Suara.com - Berapa lama infeksi varian Omicron ada di dalam tubuh menjadi berita hits kesehatan paling banyak dibaca hari ini, Selasa (22/2/2022).
Ada juga risiko melahirkan normal dengan bayi ukuran besar seperti Aurel Hermansyah, hingga indikasi medis untuk melahirkan secara caesar.
Simak rangkuman berita kesehatan menarik lainnya dari Suara.com, berikut ini.
1. Infeksi Omicron Berapa Lama di Dalam Tubuh? Ketahui Gejala dan Langkah yang Perlu Dilakukan
Kasus omicron membuat kewaspadaan masyarakat terhadap penularan covid-19 naik lagi. Hal ini memicu keingintahuan infeksi omicron berapa lama karena orang-orang merasa harus waspada terhadap kemungkinan risiko tertular.
Orang-orang pasti tidak ingin ketularan sampai aktivitas mereka terhambat hingga terdampak. Oleh karena itu, berkaitan dengan pertanyaan infeksi omicron berapa lama, Suara.com mencoba mencari penjelasannya dari para ahli sebagai berikut.
2. Risiko Persalinan Normal Apabila Bayi Berukuran Besar, Seperti Bayi Aurel Hermansyah
Aurel Hermansyah hari ini, Selasa (22/2/2022), melahirkan anak pertamanya dengan Atta Halilintar di Rumah Sakit Bunda, Jakarta Pusat.
Putri pertama dari Anang Hermansyah ini melahirkan secara caesar karena bibit sang bayi memiliki berat 3 kilogram lebih dan dokter menduga janin tidak akan cukup melewati panggul untuk dilahirkan pervaginam.
3. Karena Indikasi Medis Ini Aurel Hermansyah Melahirkan Secara Caesar
Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar resmi menjadi orangtua. Pada tanggal cantik hari ini, Selasa (22/2/2022), anak pertama mereka lahir melalui operasi caesar di Rumah Sakit Bunda, Jakarta Pusat.
Ada alasan khusus, mengapa cucu pertama keluarga Hermansyah dan Halilintar ini dilahirkan dengan operasi caesar. Saat menjalani USG di usia kehamilan yang mulai memasuki 38 minggu, dokter kandungan menyebut bahwa bayi dalam kandungan Aurel memiliki bobot cukup besar.
4. Rekor Tertinggi Gelombang Omicron! 257 Pasien Meninggal Akibat Covid-19, Indonesia Sedang Menuju Puncak Kematian?
Indonesia mencatat rekor kematian akibat Covid-19 tertinggi sejak omicron ditemukan di Indonesia. Hari ini, Selasa, (22/2/2022), Kementerian Kesehatan mencatat 257 kematian akibat Covid-19 baru.
Angka kematian tertinggi sebelumnya tercatat pada Jumat, (18/2/2022), dengan 216 kasus pasien meninggal. Dalam rapat evaluasi PPKM beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya juga memperdiksi bahwa sejumlah daerah di Indonesia akan mengalami puncak kematian.
5. Varian Omicron Bisa Picu 7 Gejala Neurologis dan Long Covid-19 hingga 12 Minggu
Long Covid-19 adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala virus corona Covid-19 berkelanjutan.
Gejala virus corona Covid-19 panjang atau Long Covid-19 ini bisa bertahan lebih dari 12 minggu dan dapat berubah seiring waktu.
Berita Terkait
-
Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah
-
Terpopuler Kesehatan: Obat Fomepizole untuk Gagal Ginjal Akut, Waspada Varian Omicron XBB Masuk Indonesia
-
Waspada Varian Omicron XBB! Rentan Menginfeksi Orang yang Belum Pernah Sakit Covid-19
-
Terpopuler Kesehatan: Cara Menaikkan Tekanan Darah Atasi Hipotensi, Henti Jantung Penyebab Kematian Tragedi Itaewon
-
Bahaya Lansia Sering Tidak Nafsu Makan dan Berita Kesehatan Terpopuler Lainnya
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak