Suara.com - Monosodium glutamat (MSG) yang dikenal juga dengan sebutan micin, adalah bumbu yang ditemukan di Jepang pada tahun 1908. Micin banyak digunakan untuk menyedapkan masakan. Meski kerap mendapat stigma negatif, apakah ada manfaat MSG untuk kesehatan? Berikut ini penjelasannya.
Diketahui, glutamat adalah salah satu asam amino yang paling melimpah dalam makanan kita, dan itu terjadi secara alami dalam makanan. Tubuh manusia tidak dapat membedakan antara glutamat dalam MSG dan glutamat yang ditemukan secara alami dalam makanan.
Anda mungkin pernah mendengar tentang umami, yang merupakan rasa kelima, gurih seperti keju parmesan dan tomat. Bahkan ASI mengandung glutamat yang tinggi.
Mirip dengan garam, MSG juga dapat meningkatkan rasa makanan, mengeluarkan rasa alaminya. Sehingga banyak orang yang menambahkan MSG ke masakannya.
Apakah MSG aman?
Singkatnya adalah, iya! Selama 30 tahun terakhir, para ilmuwan, badan pengatur, dan organisasi kesehatan masyarakat telah memverifikasi bahwa MSG adalah penambah rasa pada makanan yang aman dikonsumsi.
Bagaimana dengan sakit kepala?
Tidak ada penelitian yang dilakukan dengan baik yang membuktikan bagaimana MSG menyebabkan sakit kepala. Faktanya, berdasarkan penelitian terbaru, International Headache Society menghapus MSG dari daftar faktor penyebab sakit kepala pada Januari 2018.
Manfaat MSG
Baca Juga: Super Gampang, Ini Cara Mengolah Mi Instan Agar Tetap Sehat dan Aman Dikonsumsi!
Kontroversi MSG telah menyebabkan orang berhenti total menggunakan MSG dalam makanan mereka. Namun, bila digunakan dalam jumlah minimal, MSG sebenarnya dapat memiliki manfaat. Adapun manfaat MSG untuk kesehatan yakni sebagai berikut:
- Memiliki lebih sedikit natrium dibandingkan dengan garam meja
- Memerangi penyakit yang berhubungan dengan garam seperti tekanan darah dan retensi air
- Dapat meningkatkan gizi di kalangan orang tua
- Dapat meningkatkan rasa kenyang sambil menahan nafsu makan
MSG bekerja paling baik dalam kombinasi dengan garam. Dan itu sebenarnya bisa menjadi cara yang baik untuk mengurangi asupan garam, yang mana sangat penting untuk menjaga tekanan darah yang baik.
Demikian informasi mengenai manfaat MSG untuk kesehatan yang perlu diketahui. Tidak ada alasan untuk takut pada MSG. Penelitian ekstensif menegaskan bahwa MSG adalah aditif makanan yang aman untuk dikonsumsi kebanyakan orang, tetapi beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadapnya daripada yang lain.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi