Suara.com - Lidah seorang pria mendadak menghitam dan ditumbuhi rambut secara misterius setelah menderita stroke.
Stroke merupakan kondisi yang bisa menyebabkan sejumlah efek jangka panjang, yang mana berpotensi mengubah hidup.
Menurut laporan di JAMA Dermatology, pria asal India yang tidak disebutkan namanya itu menderita kelumpuhan di sisi kiri tubuh setelah terkena stroke.
Kondisi ini membuat pria usia 50 tahunan itu untuk makan. Karena itu, dokter menyarankannya mengonsumsi makanan serba cair.
Setelah beberapa bulan, dia pergi ke dokter kulit karena tak tahan dengan kondisi lidahnya yang menghitam dan berbulu.
Ia pun didiagnosis dengan lidah berbulu hitam, yang secara medis dikenal sebagai lingua villosa nigra.
Kondisi ini terjadi ketika benjolan kecil di permukaan lidah disebut sebagai papila, yang tersumbat oleh bakteri.
Papila mengandung perasa dan terlihat seperti stroberi di atas lidah. Papila biasanya meluruh, seperti kulit dalam proses deskuamasi.
Jika tidak ada lecet pada lidah, baik akibat makanan atau sikat gigi, bintil kecil dapat terus tumbuh dan menjadi sangat panjang di lidah. Panjangnya bisa mencapai 18 mm.
Baca Juga: Pilihan Makanan yang Aman untuk Penderita Diabetes Berdasarkan Nilai Gizi
Kemudian dilansir dari The Sun, bakteri dan ragi yang tumbuh berlebihan bisa menyebabkan perubahan warna dan munculnya struktur seperti rambut.
Papila yang terlalu panjang bisa menghasilkan keratin, protein yang biasa ditemukan di rambut dan berkontribusi pada penampilan mirip rambut.
Lidahnya bisa sampai berwarna hitam, putih dan kuning. Pada kasus pasien ini, lidah yang menguning disebabkan oleh makanan yang terperangkap tersebar di seluruh rambut.
Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini tidak enak dipandang dan terkait dengan kesehatan mulut yang buruk.
Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh merokok, minum alkohol, penggunaan kokain, kopi, dehidrasi dan beberapa obat, termasuk antibiotik.
Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang yang mengalami kesulitan makan atau sedang menjalani diet bubur.
Asosiasi Stroke mengatakan penting bagi orang yang pernah mengalami stroke untuk menjaga kebersihan mulut mereka, sehingga mengurangi risiko komplikasi stroke.
Misalnya, menjaga mulut dan gigi mengurangi masalah bagi mereka yang terkena stroke sehingga tidak dapat menelan dengan benar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis