Suara.com - Ada banyak cara tidur malam lebih mudah dan nyenyak, yang sangat dibutuhkan orang-orang insomnia.
Salah satu trik tidur malam lebih cepat dan mudah yang sedang populer adalah meletakkan kompres es batu di antara payudara selama 15 menit. Tapi, belum diketahui trik tidur ini memang bekerja baik atau tidak.
"Meletakkan sesuatu yang dingin di bagian tubuh atas akan membantu mengaktifkan saraf vagus yang membantu tidur," kata Alan Mendell, alias Doc Motivasi dikutip dari Metro UK.
Karena, cara ini bisa membantu menenangkan Anda. Sehingga Anda bisa mengompres di antara payudara menggunakan es batu.
"Cara ini akan membuat tubuhmu tertekan dan membuatmu lebih mudah tertidur cepat," jelasnya.
Alan juga menyarankan Anda untuk membungkus es batu dengan baik guna menghindari luka bakar pada kulit ketika dikompreskan di antara payudara.
Seseorang yang telah mencoba cara ini mengaku kompres es batu di antara payudara ini sangat membantu mengatasi serangan panik dan hot flashes yang dialaminya.
"Saya baru mulai melakukan ini minggu lalu dan berhasil," jelasnya.
Tetapi, beberapa orang lainnya yang mengaku sudah melakukan cara ini selama 3 malam berturut-turur justru tidak mendapatkan hasil apapun.
Baca Juga: Gatal-Gatal hingga Biang Keringat, Jangan Abaikan 3 Gejala Varian Omicron pada Kulit!
Dr Amina Ahmed, seorang NHS GP, mengatakan Anda harus mencoba cara ini dengan hati-hati, karena merangsang saraf ini bisa menimbulkan risiko kesehatan. Karena itulah, Alan menyarankan Anda membungkus es batu dengan kain.
"Ada dua sistem yang berperan dalam tubuh, yakni sistem saraf simpatik, ketika tubuh berada dalam situasi stres dan sistem parasimpatis, ketika tubuh berada dalam situasi di mana ia bisa rileks," kata Dr Ahmed.
Stimulasi berlebihan dari salah satu saraf ini bisa membuat Anda merasa tidak sehat. Saat sistem parasimpatis distimulasi secara berlebihan (oleh saraf vagus), ini menurunkan detak jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah.
Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang pingsan (sinkop vasovagal), yang butuh penanganan medis. Terkadang, dokter juga harus merangsang saraf vagus untuk menenangkan detak jantung yang cepat tetapi tidak menggunakan es batu.
Namun, stimulasi berlebihan pada saraf vagus dapat memberikan tekanan yang tidak sehat pada jantung Anda.
Karena itu, ia menyarankan semua orang untuk tidak melakukannya jika Anda memiliki tekanan darah rendah, detak jantung rendah, penyakit jantung koroner, cacat jantung bawaan, atau kondisi jantung lainnya.
Selain itu, merangsang saraf ini mungkin tidak memberikan efek yang besar meskipun masalah kesulitan tidur Anda terkait dengan stres dan kecemasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis