Suara.com - Sentra Vaksinasi Serviam di Kampus Santa Ursula menjadi salah satu tempat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Jakarta. Setelah satu tahun beroperasi, sentra vaksinasi ini akan ditutup.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir meninjau pelaksanaan SVS di hari terakhir operasional, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh insan SVS yang telah berkomitmen penuh dalam membantu pemerintah mempercepat vaksinasi COVID-19.
“Saya ucapkan terima kasih atas inisiatif mandiri dari masyarakat seperti Serviam. Karena terus terang kita bisa mencapai 364 juta suntikan 194 juta orang, itu tidak mungkin terjadi kalau semua komponen bangsa tidak mengeluarkan modal sosial yang mereka miliki. Ini bisa terjadi karena ini dilakukan sudah sebagai gerakan, dimana masing-masing komponen bangsa melakukan atas idenya sendiri,” kata Menkes dalam keterangan pers.
Menurut Menkes, kehadiran SVS merupakan wujud kolaborasi yang apik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Serviam. Sinergi antara ketiganya merupakan modal sosial yang sangat penting untuk mempercepat cakupan vaksinasi COVID-19.
Karena pada pelaksanaanya pemerintah tidak bekerja sendiri. Melainkan membutuhkan bantuan dan dukungan dari seluruh pihak termasuk swasta dalam membantu percepatan vaksinasi COVID-19.
Oleh karena itu, vaksinasi COVID-19 hadir bukan sebagai program, namun wujud gerakan bersama yang tidak hanya dikerjakan pemerintah, tetapi bersama-sama dengan seluruh stakeholder terkait supaya semakin banyak masyarakat yang kesulitan mengakses layanan vaksinasi bisa segera divaksin.
Ketua Sentra Vaksinasi Serviam, Angela Meilany Basieroen menjelaskan SVS merupakan sentra vaksinasi yang digagas oleh alumni 3 sekolah yakni Sekolah Santa Maria, Sekolah Santa Ursula Jakarta, dan Sekolah Santa Theresia serta didukung oleh para alumni Sekolah Santa Ursula BSD dan Ikatan Alumni Serviam Indonesia (IASI).
Dalam perjalanannya, SVS telah diperpanjang sebanyak 3 kali. SVS pertama beroperasi pada 20 Maret-Juni 2021, SVS kedua mulai 11 Juni-3 Juli 2021, SVS ketiga beroperasi mulai 26 Juli-23 Desember 2021, dan SVS kelima mulai 24 Desember-19 Maret 2022.
Selain perpanjangan layanan vaksinasi, SVS juga memperluas layanan dengan menerapkan sistem jemput bola melalui penyediaan mobil vaksinasi keliling. Pengadaan mobil keliling ini untuk mendekatkan layanan vaksinasi kepada masyarakat terutama bagi sasaran di wilayah padat penduduk, terpencil maupun yang jauh dari sentra vaksiasi.
Baca Juga: Meski Tren Kasus Covid-19 Mengalami Penurunan, Kemenkes Sebut Vaksinasi Masih Perlu Dilakukan
Kendati operasional SVS Kampus Santa Ursula Jakarta telah ditutup, Angela menyebutkan SVS tetap akan memberikan pelayanan vaksinasi COVID-19 baik primer maupun booster di sejumlah daerah terutama di NTT mulai April mendatang.
“Per tanggal 3 Agustus 2021, SVS secara resmi menambah layanan vaksinasi dengan mobil vaksi keliling yang saat ini sedang berada di Sampit. Nanti bulan April, memiliki tugas di NTT. Untuk itu, kami belum menutup SVS ini karena kami masih memiliki janji untuk Sampit, NTT dan Paroki Cilangkap,” terangnya.
Selama satu tahun gerakan vaksinasi berjalan, Sentra Vaksinasi Serviam telah memberikan vaksinasi kepada lebih dari 466.948 akseptor, tersebar di 9 SVS diantaranya SVS Kampus Santa Ursula Jakarta, SVS keliling di wilayah DKI Jakarta, SVS Tangerang Selatan (BSD), SVS keliling di wilayah Klaten dan Wonogiri, SVS keliling di wilayah Magelang, SVS keliling di wilayah Kota Banaran, Semarang, SVS keliling di wilayah Yogyakarta, SVS keliling di wilayah Kota Sampit dan Kab Kotawaringin Timur, Dan SVS keliling di Kota Larantuka.
Sejalan dengan semangat Serviam, Angela berharap semangat pengabdian ini bisa terus berlanjut dan kedepan bisa terus membantu bangsa dan negara mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
“Kita terus lakukan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mempercepat pemberian vaksinasi COVID-19. Kegiatan ini juga selaras dengan semboyan Serviam yang artinya “Saya Mengabdi”. Semangat Serviam ini telah memupuk rasa peduli kami semua kepada sesama,” pungkasnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh insan Serviam atas dharma baktinya kepada bangsa dan negara, Menteri Kesehatan menyerahkan 3 piagam penghargaan kepada Serviam termasuk kepada seluruh tenaga kesehatan yang ikut terlibat dalam membantu percepatan vaksinasi COVID-19.
Berita Terkait
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis
-
Kemenkes Minta Rp500 Miliar untuk Perbaikan Fasyankes dan Alat Medis Rusak Akibat Banjir Sumatra
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas
-
Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya