- Baliho promosi film "Aku Harus Mati" memicu kontroversi karena dianggap berisiko memicu perilaku bunuh diri pada individu rentan.
- Imran Pambudi dari Kementerian Kesehatan menekankan bahwa materi promosi berpotensi menormalisasi bunuh diri sebagai solusi atas penderitaan seseorang.
- Pemerintah menyoroti pentingnya penyajian konten kesehatan jiwa yang bertanggung jawab guna mencegah dampak buruk terhadap keselamatan publik.
Suara.com - Film berjudul “Aku Harus Mati” menuai kontroversi setelah materi promosinya berupa baliho di ruang publik dinilai provokatif dan berpotensi memicu peniruan bunuh diri pada individu rentan.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal estetika atau kebebasan berekspresi.
“Ketika tema bunuh diri dihadirkan tanpa kehati-hatian, dampaknya bisa menyentuh keselamatan publik,” ujar Imran, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, media dan materi promosi memiliki kekuatan besar dalam membentuk cara masyarakat memahami suatu masalah, termasuk isu kesehatan jiwa.
Menurut dia, judul, gambar, atau narasi yang menyederhanakan bunuh diri sebagai solusi atas penderitaan dapat menurunkan ambang resistensi, terutama pada individu yang sedang berada dalam kondisi psikologis rapuh.
“Paparan berulang terhadap pesan yang meromantisasi atau menormalisasi tindakan tersebut dapat menjadi pemicu bagi individu dengan riwayat depresi, impulsivitas, atau pengalaman traumatis,” jelasnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya konteks dalam penyajian pesan, apakah menempatkan bunuh diri sebagai masalah kesehatan jiwa yang kompleks atau justru menonjolkan unsur dramatis.
Kekhawatiran tersebut, lanjut Imran, bukan tanpa dasar. Ia menyebut reaksi dari kalangan profesional kesehatan jiwa hingga langkah penertiban materi promosi menunjukkan adanya potensi dampak nyata.
“Pilihan kata yang tampak sepele, yang menggambarkan bunuh diri sebagai ‘pilihan’ atau ‘pembebasan’, bisa ditangkap sebagai legitimasi oleh orang yang sedang putus asa,” ujarnya.
Sebaliknya, ia menilai penyajian yang menekankan adanya bantuan serta mengarahkan masyarakat ke layanan dukungan dapat membantu menekan risiko peniruan.
Berita Terkait
-
Kemenkes Nilai Baliho 'Aku Harus Mati' Berisiko di Tengah Lonjakan Kasus Bunuh Diri
-
Billboard Film Aku Harus Mati Dicopot karena Bikin Resah Publik, Produser: Ini Jadi Pelajaran
-
Filter Laut yang Kita Santap: Dilema Kerang Hijau dan Kesehatan
-
Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?
-
Kemenkes Dorong Penertiban Iklan Film Aku Harus Mati: Cegah Risiko Peniruan Bunuh Diri
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat
-
Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
5 Rekomendasi Bedak Waterproof dan Sweatproof untuk Olahraga dan Gym
-
Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala
-
Lonjakan 1.104 Titik Panas di Sumatera: Riau 97 Hotspot, Sumsel Terbanyak
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Naik KRL Hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026
-
3 Fitur Tersembunyi Camera Assistant untuk Maksimalkan Kamera Galaxy A57 5G dan A37 5G
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta