- Kementerian Kesehatan menyoroti baliho film sensitif yang berisiko memperburuk kondisi kesehatan jiwa masyarakat yang sedang berada dalam krisis.
- Data menunjukkan peningkatan kasus bunuh diri di Indonesia dari 1.350 kasus tahun 2023 menjadi 1.450 kasus pada 2026.
- Imran Pambudi mendesak pembuat film dan pengelola ruang publik berkolaborasi dengan ahli untuk memastikan pesan promosi bersifat mendukung.
Suara.com - Di tengah meningkatnya kasus bunuh diri dan lonjakan permintaan layanan krisis kesehatan jiwa, kemunculan baliho film “Aku Harus Mati” di ruang publik dinilai berisiko memperburuk situasi.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, mengungkapkan bahwa paparan materi sensitif terjadi dalam konteks kondisi masyarakat yang tidak baik-baik saja.
Data kepolisian mencatat terdapat 1.350 kasus kematian akibat bunuh diri pada 2023 dan meningkat menjadi 1.450 kasus pada 2024.
Di sisi lain, layanan krisis kesehatan jiwa juga mengalami lonjakan. Volume panggilan dan pesan ke layanan Sejiwa 119 meningkat dari sekitar 400 panggilan per hari pada Agustus 2025 menjadi 550 panggilan per hari pada 2026.
“Angka-angka ini menegaskan bahwa paparan publik terhadap materi sensitif terjadi dalam konteks kebutuhan layanan yang meningkat,” kata Imran, Selasa (7/4/2026).
Ia mengingatkan bahwa komunikasi publik yang tidak bertanggung jawab berpotensi memperbesar risiko pada kelompok rentan.
Menurut dia, kenaikan jumlah laporan dan permintaan bantuan menunjukkan dua hal sekaligus, yaitu meningkatnya jumlah individu yang mengalami krisis serta bertambahnya kesadaran untuk mencari pertolongan.
Namun demikian, angka kematian yang masih meningkat menunjukkan bahwa upaya pencegahan belum sepenuhnya efektif.
Ia juga menyoroti penelitian tentang suicide exposure, yang memperkirakan satu kematian akibat bunuh diri dapat berdampak pada sekitar 135 orang dalam berbagai tingkat.
Baca Juga: Billboard Film Aku Harus Mati Dicopot karena Bikin Resah Publik, Produser: Ini Jadi Pelajaran
Dalam situasi ini, Imran menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif, termasuk dari pembuat film, tim pemasaran, hingga pengelola ruang publik.
“Konsultasi dengan ahli kesehatan jiwa saat merancang kampanye, penghapusan atau revisi materi promosi yang berisiko, serta penyertaan pesan dukungan menjadi langkah penting,” ujarnya.
Ia menegaskan, komunikasi publik yang tepat dapat mengubah peran media dari potensi pemicu menjadi alat pencegahan.
“Ketika komunikasi diarahkan untuk memberi konteks, menawarkan harapan, dan mengarahkan orang ke bantuan, media dapat berubah menjadi alat pencegahan yang kuat,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Billboard Film Aku Harus Mati Dicopot karena Bikin Resah Publik, Produser: Ini Jadi Pelajaran
-
Viral Banner Aku Harus Mati, Psikiater Ingatkan Risiko Trigger Bunuh Diri di Ruang Publik
-
Kemenkes Dorong Penertiban Iklan Film Aku Harus Mati: Cegah Risiko Peniruan Bunuh Diri
-
Imbas Polemik Baliho Aku Harus Mati, Lembaga Sensor Film Godok Aturan Iklan Ramah Semua Umur
-
Dokter Piprim Kecam Billboard Promosi Film Aku Harus Mati, Dinilai Berbahaya Bagi Mental Anak
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan