Suara.com - Para peneliti telah mengusulkan alat diagnostik yang sangat murah untuk mengendus kanker, yakni cacing lab. Mereka mengatakan bahwa alternatif yang tampaknya lebih praktis untuk pendeteksi penyakit.
Para peneliti di lembaga itu College of Natural Science menemukan bahwa cacing gelang mikroskopis - khususnya, penghuni tanah yang disebut nematoda yang panjangnya tidak lebih dari satu milimeter - dapat merasakan molekul bau kanker paru-paru seperti anjing, dan pada tingkat yang jauh lebih rendah. biaya.
Hasil eksperimen “worm-on-a-chip” yang berhasil dipresentasikan pada pertemuan American Chemical Society (ACS) Spring 2022 minggu ini hingga 24 Maret. Demikian seperti dilansir dari NY Post.
“Sel kanker paru-paru menghasilkan serangkaian molekul bau yang berbeda dari sel normal,” kata Shin Sik Choi, peneliti utama proyek tersebut, dalam rilis berita ACS. “Sudah diketahui bahwa nematoda penghuni tanah, C. elegans, tertarik atau ditolak oleh bau tertentu, jadi kami menemukan ide bahwa cacing gelang dapat digunakan untuk mendeteksi kanker paru-paru.”
Percobaan sebelumnya yang melibatkan nematoda di lingkungan cawan petri menunjukkan bahwa cacing tertarik ke urin pasien kanker dibandingkan dengan mereka yang tidak terkena penyakit. Choi, dengan penghargaan untuk peneliti mahasiswa pascasarjana Nari Jang, merancang aplikasi yang lebih sederhana untuk diagnostik berbasis worm: worm-on-a-chip.
Chip kecil itu dibuat dari polimer plastik kecil dan dirancang dengan kolam di tengahnya — ruang cacing — dan sumur yang mengarah ke kedua ujung permukaan persegi panjang. Sampel sel kanker paru-paru dijatuhkan ke satu sisi sumur, sementara sel paru-paru normal ditempatkan di sisi lain.
Para peneliti menunggu selama satu jam untuk menemukan bahwa lebih banyak nematoda yang bergerak menuju sel kanker paru-paru dibandingkan dengan yang sehat.
Secara keseluruhan, perangkat worm-on-a-chip mereka membanggakan tingkat akurasi sekitar 70 persen, dan mungkin ada cara untuk membuat pengujian mereka lebih akurat dan efisien dan menerapkannya pada bentuk kanker lainnya.
“Kami akan berkolaborasi dengan dokter untuk mengetahui apakah metode kami dapat mendeteksi kanker paru-paru pada pasien pada tahap awal,” tutup Choi dalam komentarnya, yang juga mengakui dukungan dan pendanaan dari National Research Foundation of Korea.
Baca Juga: Perokok Harus Tahu, Inilah Gejala Awal Kanker Paru-Paru
Studi mereka juga menemukan bahwa nematoda memiliki rasa untuk jenis senyawa alkohol yang menghasilkan aroma bunga. “Kami tidak tahu mengapa C. elegans tertarik pada jaringan kanker paru-paru atau 2-etil-1-heksanol, tetapi kami menduga baunya mirip dengan aroma makanan favorit mereka,” tambah Jang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026