Suara.com - Kanker paru-paru dimulai di organ seperti spons yang terletak di kedua sisi dada Anda. Kanker paru-paru seharusnya bisa diatasi dan dicegah sejak dini, sebelum berkembang semakin buruk.
Paru-paru adalah dua organ udara yang mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida. Karena kanker paru-paru cukup umum, maka Anda perlu mengenali gejalanya.
Kim Jackson, dari Patient Claim Line, mengatakan lebih dari setengah orang yang didiagnosis dengan kanker paru-paru akan meninggal dalam satu tahun setelah diagnosis, bahkan dengan pengobatan.
"Semakin cepat kanker paru-paru terdeteksi, maka semakin besar peluang pasien bisa bertahan hidup lebih lama," kata Kim Jackson dikutip dari Express.
Tapi, itu semua tergantung pada stadium kanker paru-paru dan kesehatan orang secara keseluruhan.
Jackson telah membagikan tanda-tanda peringatan yang dapat menunjukkan kondisi tersebut, seperti hemoptisis.
Menurut Mayo Clinic, hemoptisis merupakan batuk darah dari bagian tertentu dari paru-paru Anda. NHS mengatakan bahwa batuk darah merupakan salah satu gejala utama kanker paru-paru.
"Gejala peringatan lainnya termasuk batuk terus-menerus yang bisa memburuk, batuk darah dan nyeri dada yang lebih buruk ketika bernapas, batuk atau tertawa," jelas Jackson.
Hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan kelelahan juga merupakan tanda-tanda utama kanker paru-paru.
Baca Juga: Akibat Komplikasi Virus Corona Covid-19, Kedua Kaki Wanita Ini Harus Diamputasi!
"Anda juga harus hati-hati dengan suara serak, sesak napas, mengi dan infeksi seperti bronkitis dan pneumonia yang persisten," katanya.
NHS menambahkan bahwa batuk kanker paru-paru tidak hilang setelah dua atau tiga minggu. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, Anda harus konsultasi dengan dokter.
Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk mendeteksi kanker paru-paru. Tes utama untuk mendiagnosis penyakit ini adalah rontgen dada. Bahkan, dokter juga mungkin akan menyarankan CT scan dan PET-CT scan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh