Suara.com - Kentut atau buang angin pasti sering dialami banyak orang, bahkan orang sehat melakukannya antara 8 hingga 14 kali sehari. Kentut hingga 25 kali sehari pun masih bisa menjadi hal yang normal. Lantas, apa penyebab sering kentut dan bagaimana cara mengatasinya?
Jika Anda sering kentut lebih dari orang biasa, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi di saluran pencernaan Anda dan apakah gas di perut merupakan gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius.
Artikel ini akan membahas mengenai penyebab sering kentut dan cara mengatasinya yang dilansir dari situs Very Well Health, Selasa (2/3/2022).
Penyebab Sering Kentut
Gas yang berlebihan bisa dipicu oleh kebiasaan, makanan, dan beberapa kondisi kesehatan. Untuk selengkapnya, berikut ini penyebab sering kentut.
1. Menelan udara
Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi beberapa kebiasaan mungkin menyebabkan Anda menelan lebih banyak udara. Bahkan jika Anda mengeluarkan banyak udara ekstra itu kembali, beberapa bisa tetap berada di perut Anda. Akhirnya, itu perlu dilepaskan dari tubuh Anda sebagai gas atau kentut.
Beberapa kebiasaan umum yang dapat menyebabkan Anda sering menelan udara antara lain:
- Merokok
- Mengunyah permen karet
- Mengisap permen keras
- Minum minuman berkarbonasi
- Makan atau minum terlalu cepat
- Mengenakan gigi palsu yang longgar
Kecemasan juga dapat menyebabkan Anda menelan lebih banyak udara, karena ketika tubuh Anda masuk ke mode fight-or-flight, Anda bernapas lebih cepat.
Baca Juga: Tinggalkan Ladang Minyak dan Gas di Rusia, Valuasi ExxonMobil Diprediksi Turun
2. Makanan yang mengandung gas
Kebanyakan orang tahu makanan apa yang akan membuat perut mereka sakit dan menyebabkan mereka merasa kembung atau mengeluarkan gas.
Misalnya, sayuran silangan, seperti kembang kol dan brokoli, diketahui menyebabkan gas. Makanan yang mengandung karbohidrat seperti roti dan pasta juga bisa menyebabkan sering kentut.
Cara Mengatasi Sering Kentut
Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi buang angin atau kentut. Adapun cara mengatasi sering kentut yakni sebagai berikut:
- Berhenti merokok
- Perlahan-lahan masukkan lebih banyak serat tidak larut ke dalam makanan Anda
- Kunyah makanan Anda dengan hati-hati, karena pencernaan karbohidrat dimulai di mulut
- Minum banyak air setiap hari dan air hangat di pagi hari
- Jangan gunakan sedotan saat minum
- Hindari minuman berkarbonasi
- Hindari langsung berbaring setelah makan
- Berolahraga setiap hari, jika aman bagi Anda untuk melakukannya
- Berhenti mengunyah permen karet
- Pelan-pelan mengunyah dan nikmati setiap makanan
Selain cara di atas, Anda juga bisa mencoba meletakkan bantal pemanas atau botol air panas ke perut Anda saat merasa kembung atau perut penuh gas.
Sensasi panas itu akan membantu mengendurkan otot-otot di dalam usus besar, menyebabkan mereka melepaskan gas yang terperangkap.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia