Suara.com - Varian baru Covid-19 ditemukan. Kali ini berupa strain rekombinan atau mutasi gabungan genetik antara subvarian Omicron BA.1 dengan BA.2 yang disebut XE.
Varian tersebut pertama kali ditemukan ilmuwan di Inggris pada Januari 2022. Temuan itu juga telah dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO dan dicatat dalam laporan terkait Covid-19 baru-baru ini.
Omicron XE dipastikan telah menyebar ke berbagai negara. Salah satu yang paling dekat dengan Indonesia, yakni Thailand, telah melaporkan kasus pertama Varian Omicron XE, pada Sabtu (2/4/2022) lalu.
Temuan kasus dilaporkan oleh Center for Medical Genomics, Rumah Sakit Ramathibodi di Thailand.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia?
Kementerian Kesehatan memastikan bahwa belum ada temuan infeksi Covid-19 akibat varian XE.
"Belum (ada kasus varian XE)," kata juru bicara Kemenkes terkait Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmidzi kepada Suara.com, Senin (4/4/2022).
Ia mengatakan varian XE masih menajdi temuan awal di Inggris. Sehingga belum banyak informasi terkait strain varian baru virus corona SARS Cov-2 tersebut.
"Ini baru temuan awal di Inggrris, dari Januari baru dilaporkan ada 600 kasus," ujarnya.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: WHO Temukan Varian XE, Paling Menular dari Semua Mutasi Virus Corona
Lantaran menjadi gabungan genetik antara subvarian BA.1 dengan BA.2, Nadia menjelaskan bahwa XE juga masih termasuk bagian dari Omicron.
"Masih bagian Omicron dan masih diperlukan bukti lebih lanjut untuk melihat dampaknya," pungkasnya.
Sejak pertama kali teridentifikasi, kasus XE di Inggris telah mencapai 637 kasus hingga 22 Maret, laporan Badan Keamanan Kesehatan Nasional Inggris (HSA).
Dikutip dari SCMP, penyebaran kasus XE tersebut merata hampir di seluruh Inggris, menunjukkan telah terjadi penularan secara komunitas.
HSA membandingkan kasus XE dengan sampel genom subvarian Omicron BA.2, varian yang masih dominan di Inggris, hasilnya ditemukan bahwa XE 9,8 persen lebih mudah menular.
Namun, HSA memperingatkan bahwa data itu mungkin saja masih bias pada tahap awal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi