Suara.com - Kesehatan tubuhmu sangat bergantung dengan gaya hidup yang dijalani. Salah satu yang utama adalah dengan menerapkan pola makan sehat yang bergizi seimbang.
Bergizi seimbang artinya tercukupi asupan zat gizi makro berupa karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro yang merupakan vitamin, mineral, zat besi, kalsium, asam amino, dan lainnya.
Tubuh yang sehat bukan hanya ditandai dengan jarang mengalami sakit. Terdapat sejumlah dampak positif lain yang didapatkan dari menerapkan pola makan sehat. Dikutip dari Ruang Guru, berikut di antaranya:
1. Mempengaruhi Emosi
Tak hanya sebagai pengisi perut, makanan juga dapat memengaruhi emosi hingga asosiasi yang terbangun dalam pikiran. Sebagai contoh, salah satu asosiasi memori terkuat melalui indra penciuman dan perasa. Karena adanya koneksi yang kuat dalam otak antara rasa dan ingatan, makanan dapat mengingatkan kamu akan suatu peristiwa, perasaan, orang, tempat, ataupun asosiasi lainnya.
2. Mempengaruhi Kecerdasan
Penelitian dari Departments of Neurosurgery and Physiological Science, University of California mengungkap jika makanan sehat dapat memengaruhi kecerdasan seseorang. Kesehatan dan fungsi otak akan makin optimal apabila rutin mengonsumsi makanan sehat. Sebab otak selalu 'haus' bahan bakar berupa nutrisi. Salah satunya konsumsi asam lemak omega-3 yang terbukti berdampak positif bagi perkembangan otak.
Tak hanya itu, makanan sehat juga berperan penting untuk menjaga otak tetap tajam dan mencegah penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Makanan tinggi vitamin, antioksidan, dan fitokimia tertentu juga dapat membantu meningkatkan kesehatan otak. Sedangkan sayuran berdaun hijau, seperti kangkung dan bayam yang kaya akan vitamin E dan K, dapat memperkuat daya ingat dan membantu menjaga usia otak.
3. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Baca Juga: Catat! Ini 4 Kebiasaan Gaya Hidup Tidak Sehat yang Berpotensi Merusak Tubuh
Mengonsumsi ikan secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung, khususnya ikan berlemak seperti salmon dan sarden yang kaya akan asam lemak omega-3. Selain ikan, protein nabati seperti kacang-kacangan, buncis, lentil, dan biji-bijian juga telah terbukti mengurangi risiko penyakit jantung. Beberapa makanan kaya protein tersebut bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibanding daging sapi.
4. Mencegah Peradangan dan Penuaan Dini
Kandungan protein yang tinggi dalam ikan, kacang-kacangan, dan polong-polongan dapat membantu melawan peradangan dan mencegah penuaan dini. Tak hanya itu, makanan berwarna merah tua seperti tomat dan semangka yang mengandung antioksidan likopen juga mampu melawan radikal bebas yang merupakan salah satu penyebab penuaan.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, terapkan pola makan sehat mulai sekarang!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya