Suara.com - Masuk angin menjadi salah satu penyakit paling akrab untuk masyarakat Indonesia. Bisa dipicu oleh banyak hal, nyatanya gejala masuk angin sendiri terbilang sangat mudah dikenali. Memang bukan menjadi satu penyakit yang berbahaya, namun jika tak disikapi serius bisa cukup mengganggu aktivitas Anda.
Nah, pada artikel singkat kali ini, akan dipaparkan sedikit gejala masuk angin paling umum yang paling sering muncul. Sederhana saja, ketika Anda mendeteksi gejala ini, maka langkah tindak lanjut harus segera dilakukan agar masuk angin lekas sembuh dan tidak mengganggu aktivitas.
Simak penjelasannya di bawah ini.
Gejala Masuk Angin
Setidaknya ada sederet gejala yang bisa menjadi tanda bahwa Anda akan atau sedang menderita masuk angin. Secara lebih detail, berikut daftarnya.
- Badan terasa tidak enak, secara umum, kondisi badan terasa tidak fit. Memang tidak berat, namun cukup terasa ketika beraktivitas.
- Panas-dingin dan meriang, fluktuasi suhu tubuh sangat besar. Terkadang Anda merasa hawa sangat panas, terkadang sangat dingin.
- Nyeri otot dan sendi, gejala selanjutnya adalah rasa nyeri di banyak bagian tubuh.
- Sakit kepala, biasanya juga disertai demam. Meski bukan pada taraf yang sangat parah, tapi sakit kepala cukup mengganggu.
- Tidak bertenaga, badan terasa lelah dan lemas secara konstan serta kurang bersemangat.
- Sering buang angin dan berbau.
- Nafsu makan berkurang.
- Mengalami diare.
Memang jika disimak baik-baik, gejala masuk angin ini mirip dengan banyak penyakit lain. Namun dalam hal ini, gejala atau penyakitnya akan hilang dalam hitungan hari tanpa ada gangguan yang terlalu berat.
Sebenarnya Apa Penyebab Masuk Angin?
Terkadang masyarakat dibuat bingung mengenai apa penyebab masuk angin itu. Ada yang berkata bahwa terlalu lelah jadi penyebabnya, atau ada pula yang berkata ini diakibatkan oleh infeksi virus atau bakteri.
Berikut kira-kira hal yang bisa memicu terjadinya masuk angin.
Baca Juga: Catat! Begini Cara Mengatasi Burnout dalam Pekerjaan yang Bisa Dilakukan
- Paparan suhu ekstrim terus menerus (baik panas atau dingin).
- Kelelahan akibat aktivitas yang terlalu berat.
- Dispepsia, sebutan untuk peningkatan kadar asam lambung.
- Infeksi virus atau bakteri, bisa karena DBD, gastroenteritis, malaria, tipes, atau ISPA.
- Terjadinya gangguan psikosomatis.
Semoga penjelasan terkait gejala masuk angin dan apa pemicunya bisa menjadi informasi yang berguna untuk Anda. Selalu jaga kesehatan dan tetap terapkan prokes ketat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan