Health / Konsultasi
Senin, 04 April 2022 | 11:24 WIB
Ilustrasi sakit kepala.

Suara.com - Seringkali nyeri kepala atau pegal di area leher yang terjadi dalam waktu singkat dianggap normal oleh sebagian besar masyarakat. Namun, dalam keterangannya, Senin, (4/4/2022),  Dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Siloam Semanggi/Mochtar Riady Comperhensive Cancer Centre atau MRCCC, Dr. dr. Agus Mahendra Inggas Sp.BS., nyeri kepala dan leher tidak bisa dianggap remeh.

Karena apabila tidak diatasi dengan segera, dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

"Masyarakat harus memahami, kenapa rasa sakit kepala dan nyeri leher harus segera ditangani. Karena secara ilmu kesehatan, sakit kepala, misalnya adanya rasa pusing (biasanya) adanya gangguan keseimbangan contoh : vertigo dan lainnya. Sedangkan nyeri (sakit) kepala merupakan kondisi dengan adanya 'sesuatu' yang tidak normal dalam kepala. Jika hal ini dirasakan secara kontinyu, segera diperiksa ke rumah sakit. Jangan ditunda", tutur Agus Mahendra. 

Foto oleh Olya Kobruseva dari Pexels

Nyeri kepala diidentifikasi menjadi Primer dan Sekunder. Primer adalah sakit atau nyeri kepala yang 'tidak diketahui' penyebabnya, adapun sakit kepala sekunder adalah sakit atau nyeri kepala yang diketahui penyebabnya.

Adanya metode VAS ( Visual Analog Score) digunakan untuk mengukur intensitas dan 'kadar' dari nyeri kepala. Dan penilaian 'Frekuensi' nyeri kepala dirasakan juga menjadi penting untuk menegakkan diagnosa.

"Ini artinya, adalah kita harus waspada. Aapabila frekuensi nyeri kepala yang dirasakan semakin sering dan berlangsung dalam kurun waktu cukup lama," ujar Agus. 

Lebih lanjut ia mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap nyeri kepala yang disertai dengan beberapa atau gejala lain seperti  misalmya : suara serak, leher kaku dan menjalar ke bahu lengan, hingga penglihatan mata menjadi tidak fokus dan pendengaran terganggu.

"Karena nyeri kepala dapat sebagai indikator salah satu penyakit saraf yang serius, yaitu gejala timbulnya stroke, adanya tumor otak, kelainan pembuluh darah otak dan Infeksi otak. Ini berarti Diteksi dini dan penanganan medis segera diperlukan," kata dia. 

Baca Juga: 5 Makanan Berikut Ini Pemicu Sakit Kepala, Perlu Diwaspadai

Load More