Suara.com - Pemerintah Kota Shanghai di China tengah bersiap mengembalikan akvitas masyarakat setelah lockdown selama lebih dari 3 pekan. Sebaliknya, Kota Xian di Provinsi Shaanxi justru akan membatasi pergerakan masyarakat.
Xian, kota di wilayah barat daya China yang dihuni 13 juta jiwa warga itu memperketat pergerakan masyarakat selama empat hari setelah ditemukan 43 kasus positif.
Dilansir ANTARA, Senin (18/4/2022), pembatasan pergerakan masyarakat itu dilakukan dengan menutup pusat keramaian, menghentikan acara wisuda di kampus, dan memerintahkan warga tetap tinggal di rumah.
Bekerja di rumah sangat dianjurkan dan masyarakat yang hendak menggunakan kereta metro harus bisa menunjukkan hasil tes negatif PCR dalam 48 jam terakhir, demikian keterangan otoritas pengendalian COVID-19 Xian.
Beberapa warga ibu kota China kuno itu sempat panik karena merasa wilayahnya dikunci.
Namun otoritas Xian segera mengklarifikasi bahwa kebijakan pembatasan itu hanya bersifat sementara yang diharapkan tidak berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat.
Pasar, swalayan, dan rumah sakit masih tetap buka, namun dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, seperti sterilisasi dan pembatasan jumlah pengunjung, demikian otoritas Xian.
Sementara itu, Shanghai, kota di wilayah timur China berpenduduk 35 juta jiwa, sudah bersiap melakukan pemulihan aktivitas masyarakat setelah lockdown.
Perusahaan-perusahaan yang beroperasi harus menjalankan mekanisme prokes secara ketat dan merencanakan sistem tertutup, demikian surat edaran otoritas kesehatan Shanghai.
Baca Juga: Terpopuler Kesehatan: China Ngotot Lockdown, Menkes Budi Gunadi Bawa Kabar Baik Jelang Lebaran
Manajemen perusahaan harus membentuk tim khusus anti pandemi yang bertanggung jawab terhadap kesehatan dan keselamatan para karyawannya.
Otoritas mengimbau warga yang tinggal di kawasan berisiko sedang dan tinggi untuk mengenakan masker jenis N95 dan KN95, sedangkan di kawasan berisiko rendah cukup masker medis.
Berita Terkait
-
Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran
-
Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Rencana AFC Pindahkan Tuan Rumah Piala Asia U-17 ke China Bisa Rugikan Timnas Indonesia U-17
-
Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic