Suara.com - Banyak orang mengeluh mengalami kenaikan berat badan setelah puasa Ramadhan selesai. Tidak sedikit pula yang mengaku kesehatan tubuh kembali menurun setelah bulan puasa selesai.
Lalu, pertanyaanya mengapa itu terjadi dan bagaimana cara mencegahnya?
Spesialis Penyakit Dalam Dr. dr. Riri Andri Muzasti, M.Ked, Sp.PD dalam acara diskusi bersama suara.com, Selasa (19/4/2022) mengatakan bahwa hal ini terjadi jika pola hidup yang diterapkan saat puasa Ramadhan tidak diteruskan, hingga Ramadhan usai.
Apalagi kata Dr. Riri, saat berpuasa asupan garam, gula dan lemak (GGL) cenderung berkurang, yang hasilnya membuat tubuh lebih bugar.
Tapi sayangnya, tidak banyak orang meneruskan kebiasaan ini, mengurangi makan dan minuman manis yang hasilnya tubuh kembali ke pola hidup yang tidak sehat.
"Hal baik yang sudah dilakukan selama sebelum puasa dipertahankan, konsumsi gula yang kurang, garam kurang, itu dikurangi dan pertahankan," ungkapnya.
Dr. Riri juga mengkritisi ungkapan berbuka dengan yang manis, berlawanan dengan pola hidup sehat, terlebih jika menunya semua tinggi gula seperti kolak, es campur, puding, hingga kue basah lainnya.
"Padahal berbuka bisa dengan air putih satu gelas, abis itu bisa langsung makan kurma tiga butir, lalu jika ada mengonsumsi jus, dan lebih bagus jika jusnya fresh yang baru dibuat dengan sedikit gula," imbuhnya.
Baca Juga: Kehidupan Malam Bekasi di Bulan Puasa Masih Bergeliat, Enam Pekerja Seks Terjaring Razia Aparat
Berita Terkait
-
Kapan 1 Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal Pasti Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
-
Sering Jadi Sasaran Body Shaming, Audy Item Curhat: Mental Ikut Kena
-
Bolehkah Puasa Rajab Sekaligus Mengganti Utang Puasa Ramadan? Simak Hukum Lengkapnya
-
Waspada Metabolisme Lambat! 7 Hal Ini Bisa Merusak Mesin Pembakar Kalori Tubuh Anda
-
4 Tips Menurunkan Berat Badan untuk Ibu Menyusui yang Efektif
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli