- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku berat badannya turun drastis sejak dilantik pada September 2025 di Jakarta.
- Purbaya membandingkan beban kerja berat sebagai Menteri Keuangan dengan posisi sebelumnya sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS.
- Penurunan berat badan hingga sepuluh kilogram tersebut terjadi akibat intensitas pekerjaan yang tinggi selama menjabat Menteri Keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berseloroh kalau selama delapan bulan menjabat Menkeu, berat badannya turun hingga 10 kg. Sebelumnya, ia adalah Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Suara.com - Hal ini diungkapkan Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival yang diselenggarakan oleh LPS beberapa waktu lalu.
Mulanya Purbaya membandingkan kalau dirinya lebih menikmati kerja sebagai Ketua DK LPS. Sebab jabatan sebelumnya membawa keuntungan seperti gaji lebih besar dan beban kerja lebih santai.
"Kalau enaknya sih, enak jadi Ketua LPS. Gaji gede, kerja agak santai. Kalau jadi Menteri Keuangan, gaji turun sedikit, kerja lebih berat," katanya, dikutip dari kanal YouTube LPS, Minggu (24/5/2026).
Sejak dilantik jadi Menkeu pada September 2026, Purbaya mengakui kalau berat badannya turun hingga 10 kilogram. Bendahara Negara menilai kalau pekerjaannya sekarang lebih berat.
"Di samping itu nyesel kenapa saya jadi Menteri Keuangan, jadi banyak kerjaan. Harusnya kita santai di LPS," kelakar dia.
Turunnya berat badan Purbaya sempat membuat geger warganet beberapa waktu lalu. Kala itu viral sebuah unggahan yang menunjukkan Purbaya lebih kurus.
Dirinya menanggapi santai soal tudingan tersebut. Ia menyatakan kalau penampilannya berubah memang karena ada diet.
"Enggak, diet sedikit lah. Biasa tuh," katanya saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
Bendahara Negara mengakui kalau berat badannya turun hingga 9 kilogram usai menjabat Menteri Keuangan pada September 2025 lalu.
"8-9 kilo lah, lumayan kan," lanjutnya.
Diketahui Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) RI pada Senin, 8 September 2025 di Istana Negara, Jakarta.
Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati dalam Kabinet Merah Putih. Purbaya sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Berita Terkait
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang
-
Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat
-
Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini
-
Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Pegadaian Gelar Sales Town Hall 2026, Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan
-
Fasilitasi Impor dan Pengadaan Barang China, Natindo Cargo Bantu UMKM
-
Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya