Suara.com - NHS mengatakan Long Covid-19 tergantung dari berapa lama Anda mengalami gejala virus corona Covid-19 berkelanjutan.
Karena, tidak semua gejala berkelanjutan disebut Long Covid-19. Jika gejala virus corona Covid-19 berlanjut selama lebih dari 4 minggu disebut Covid-19 simptomatik yang sedang berlangsung.
Jika gejala virus corona Covid-19 bertahan lebih dari 12 minggu, itu disebut sindrom pasca-Covid-19 atau Long Covid-19.
NHS juga mengatakan bahwa lamanya waktu yang dibutuhkan setiap orang untuk pulih dari virus corona Covid-19 juga berbeda-beda. Tapi, kebanyakan orang membaik dalam beberapa hari atau minggu.
Badan kesehatan menjelaskan bahwa kemungkinan memiliki gejala jangka panjang tampaknya tidak terkait dengan tingkat keparahan infeksi Anda. Karena, orang dengan gejala ringan juga bisa mengalami Long Covid-19.
Ada satu kondisi yang bisa menandakan Anda mulai mengalami Long Covid-19, yakni muskuloskeletal, seperti nyeri sendi dan nyeri otot.
Kebanyakan orang bisa mengalami Long Covid-19 berupa batuk terus-menerus, dada sesak, kelelahan, kabut otak dan sejumlah tanda lainnya.
"Dengan Long Covid-19, Anda mungkin merasa lelah setelah melakukan aktivitas yang sebenarnya ringan. Kondisi ini juga mempengaruhi kualitas hidup dan kemampuan Anda untuk berfungsi seperti sebelumnya," kata NHS dikutip dari Express.
Kadang-kadang orang mengalami sejumlah gejala lain yang memburuk setelah stres fisik, termasuk kabut otak, nyeri otot atau sakit kepala di samping peningkatan kelelahan.
Baca Juga: Waspada, Ini Ciri-Ciri Asam Urat yang Perlu Segera Ditangani
Dokter juga terkadang menyebutnya sebagai gejala pasca aktivitas. Kondisi ini tidak berbahaya tetapi dapat mempengaruhi kualitas hidup Anda.
Meskipun virus corona merupakan penyakit pernapasan yang sangat mungkin menyerang paru-paru. Tapi, penyakit ini juga bisa menyerang organ tubuh lain, termasuk jantung, ginjal dan otak.
"Kerusakan organ dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang menetap setelah terinfeksi virus corona Covid-19," jelas ahli dari Mayo Clinic.
Pada beberapa orang, efek kesehatan jangka panjang mungkin termasuk masalah pernapasan jangka panjang, komplikasi jantung, gangguan ginjal kronis, stroke dan sindrom Guillain-Barre.
Beberapa orang dewasa dan anak-anak mengalami sindrom inflamasi multisistem setelah mereka terinfeksi virus corona. Dalam kondisi ini, beberapa organ dan jaringan menjadi sangat meradang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga