Suara.com - Demam menjadi salah satu gejala umum virus corona Covid-19. Bahkan, demam adalah salah satu gejala awal yang dialami seseorang seteah terinfeksi virus corona Covid-19.
Berdasarkan pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), tidak ada demam selama 24 jam tanpa menggunakan obat penurun demam.
Setelah 5 hari demam turun sejak onsetnya juga merupakan indikasi untuk seseorang mengakhiri isolasi mandiri.
Demam adalah respons alami tubuh kita terhadap infeksi. Setiap kali agen asing, seperti patogen memasuki tubuh, sistem kekebalan kita mencoba mengidentifikasi dan menghancurkannya.
Proses ini menaikkan suhu inti tubuh yang menyebabkan seseorang demam. Ketika suhu tubuh tinggi, patogen asing sulit untuk bereplikasi. Hal yang sama juga terjadi pada kasus virus corona Covid-19.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada April 2020 dilansir dari Times of India, sekitar 55,5 persen orang yang terinfeksi virus mengalami demam sebagai gejala awal.
Suhu tubuh dapat berubah dari sedang hingga sangat tinggi tergantung pada tingkat keparahan kondisinya.
Studi yang disebutkan di atas juga memberikan wawasan bahwa sejumlah besar orang dengan penyakit ini tidak mengalami demam saat terinfeksi virus corona Covid-19.
Kondisi ini bisa terjadi pada kasus infeksi ringan dan tanpa gejala. Namun, ini tidak berarti bahwa sistem kekebalan Anda tidak bekerja secara efisien untuk menghancurkan virus.
Baca Juga: Virus Corona Ngamuk Lagi, Kasus Covid-19 di India Meningkat 95 Persen Dalam Sepekan
Karena, sistem kekebalan setiap orang bekerja secara berbeda. Hal itu pula yang menyebabkan efek virus corona pada setiap orang berbeda.
Anda mungkin bingung cara mengetahui tubuh terinfeksi virus corona atau tidak bila tidak mengalami demam.
Hal penting yang perlu Anda ketahui adalah demam bukanlah tanda standar penyakit menular.
Setelah mengisolasi diri, Anda harus menjalani tes untuk konfirmasi dan berkonsultasi dengan dokter untuk perawatan lebih lanjut.
Selain itu, Anda juga harus karantina selama seminggu demi keselamatan orang sekitar jika pernah kontak dekat dengan orang yang terinfeksi virus corona.
Guna mengurangi risiko infeksi virus corona, kenakan masker setiap waktu, suntik booster vaksin Covid-19 dan jaga kebersihan tangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia