Suara.com - Hailey Bieber buka-bukaan tentang kondisinya saat mengalami stroke ringan satu bulan lalu dalam sebuah unggahan video di YouTube, Kamis (28/4/2022).
Ia mengungkap beberapa faktor yang membuatnya bisa terkena stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA).
Faktor tersebut yakni Covid-19 yang beberapa waktu lalu dialaminya, penerbangan dari Paris ke Los Angeles yang panjang, lubang di jantungnya atau patent foramen ovale (PFO), serta pil KB yang dikombinasikan dengan riwayat migrain.
Benarkah pil KB meningkatkan risiko stroke?
Menurut National Library of Medicine, dilansir ENews, pil KB membawa risiko kecil stroke atau pembekuan darah.
"Saya pikir dalam kasusnya (Hailey), beberapa faktor berperan. Tetapi fakta bahwa dia mempunyai riwayat migrain dan dia memulai pil KB, itu bisa menambah risiko kecil," kata ahli saraf yang berbasis di New York Alina Sharinn.
Dikutip dari Verywell Health, wanita yang menggunakan pil KB dua kali lebih mungkin menderita stroke. Tetapi bukan berarti risikonya tinggi.
Dalam sebuah penelitian, wanita tidak merokok yang memiliki tekanan darah normal serta menggunakan pil KB dosis rendah berisiko mengalami stroke tahunan sebesar 8,5 per 100.000, dibanding dengan 4,4 per 100.000 di antara wanita yang tidak menggunakan pil KB.
Sebagian besar wanita yang menggunakan kontrasepsi oral berusia di bawah 35 tahun 40 tahun, karena wanita di atas usia tersebut umumnya mengandalkan alat kontrasepsi yang lebih permanen.
Baca Juga: Ibu Eros Sheila On 7 Idap Stroke Bertahun-tahun, Bisakah Penyakit Ini Turun ke Anak?
Dalam studi lain menyebut bahwa risiko stroke lebih kuat pada pil KB yang mengandung estrogen tinggi.
Peneliti studi ini menyarankan untuk pil KB yang diformulasikan dengan kurang dari 50 mikrogram estrogen untuk mencegah kejadian stroke.
Hal yang paling signifikan adalah wanita dengan kondisi kesehatan tertentu lebih mungkin mengalami stroke terkait penggunaan pil KB, yakni:
- Perokok wanita yang sudah didiagnosis dengan gangguan pembekuan darah paling berisiko alami stroke saat menggunakan pil KB.
- Beberapa studi menunjukkan bahwa wanita yang menderita migrain dengan aura mempunyai kemungkinan lebih tinggi terkena stroke saat mengonsmsi pil KB.
Kini, Hailey mengonsumsi aspirin dan obat pengencer darah setiap hari. Istri Justin Bierber ini mengaku tidak lagi menderita gejala stroke ringan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?