Suara.com - Pemerintah India merilis kekurangan data angka kematian akibat Covid-19 saat pandemi 2020. Menurut pemerintah setempat, angka kematian di negara itu sebenarnya 475.000 lebih banyak dibandingkan total pada tahun 2020.
Tudingan kurangnya pencatatan data angka kematian Covid-19 di India disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO juga telah menyiapkan perkiraan angka kematian Covid-19 di India yang diyakini lebih banyak, tetapi baru akan dirilis beberapa hari ke depan.
Namun, India tidak setuju dengan metodologi yang dilakukan WHO dalam menghitung perkiraan angka kematian negara tersebut.
Sejumlah ahli WHO memperkirakan jumlah kematian Covid-19 yang sebenarnya di India mencapai 4 juta jiwa atau delapan kali lebih tinggi dari angka resmi. Lonjakan kematian diperkirakan meningkat ketika gelombang kasus yang didorong oleh varian Delta pada periode April dan Mei 2021. Data resmi perkiraan WHO itu baru akan dipublikasikan pada Kamis (5 Mei).
Pejabat tinggi kesehatan India Vinod Kumar Paul mengatakan tidak ada yang disembunyikan dari total data kematian pada pandemi 2020.
"Itu adalah angka yang mutlak, benar, dan terhitung," kata Paul, dikutip dari Channel News Asia.
Dia mengatakan data yang menunjukkan 8,1 juta total kematian di India pada tahun 2020 dirilis oleh Kantor Kepaniteraan Jenderal dua hingga tiga bulan sebelumnya karena perhatian pada korban Covid-19 di negara itu.
"Ada narasi publik di media, berdasarkan berbagai perkiraan pemodelan, bahwa kematian Covid-19 India berkali-kali lipat dari angka yang dilaporkan, bukan itu kenyataannya," ujarnya kepada TV pemerintah.
"Kami sekarang memiliki data aktual untuk tahun 2020, tidak perlu melakukan pemodelan apa pun sekarang. Kami akan memiliki data aktual dan kuat untuk tahun 2021 juga. Pemodelan dapat menyebabkan estimasi yang berlebihan, estimasi yang tidak masuk akal," imbuh Paul.
Baca Juga: 2 Tahun Ditutup, Penerbangan Untuk Umrah di Bandara Sultan Hasanudin Kembali Dibuka
Penambahan jumlah kematian pada pasien infeksi virus corona di negara berpenduduk 1,35 miliar itu lebih lambat selama tahun 2020, dibandingkan selama pandemi 2021-2022.
India secara resmi melaporkan 148.738 kematian Covid-19 pada tahun 2020. Kemudian penghitungan melonjak hingga 523.889 per Selasa (3 Mei) dari total jumlah kasus positif lebih dari 43 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS