Suara.com - Perut buncit memang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya peningkatan risiko kanker, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian terbaru oleh Universitas Oxford.
Dalam riset baru mereka, peneliti menemukan bahwa penambahan lemak perut sebanyak 10,16 sentimeter dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker prostat sebesar 7%.
Temuan tersebut didasarkan pada tinjauan 19 studi dengan total peserta 2,5 juta pria dan dipresentasikan di Kongres Eropa tentang Obesitas (ECO) di Maastricht, Belanda.
Peneliti memperkirakan 1.300 kematian per tahun akibat penyakit tersebut dapat dihindari apabila indeks massa tubuh (IMT) rerata berada di lima angka lebih rendah.
Sebab, peneliti menemukan lemak visceral yang berada di perut dan sekitar pinggang bisa menjadi faktor risiko bentuk kanker prostat yang lebih mematikan.
"Mengetahui lebih banyak tentang faktor-faktor yang meningkatkan risiko kanker prostat adalah kunci untuk mencegahnya," kata pemimpin studi Aurora Perez-Cornago, dilansir Mirror.
Beberapa faktor risiko kanker prostat yang tidak dapat diubah termasuk usia, riwayat keluarga, dan ras kulit hitam. Jadi, menurut Aurora, sangat penting mencari faktor risiko yang bisa diubah.
"Kami menemukan pria dengan adipositas (kelebihan timbunan lemak pada tubuh) total dan sentral berisiko tinggi mengalami kematian akibat kanker prostat daripada dengan berat badan sehat," sambungnya.
Setiap peningkatan lima angka pada IMT dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker prostat sebesar 10%.
Baca Juga: Ada 5 Jenis Bakteri yang Memengaruhi Perkembangan Kanker Prostat Akan Jadi Agresif atau Tidak
Berita Terkait
-
Survei Charta Politika; Elektabilitas Ganjar Pranowo Nomor Satu, Prabowo Nomor Dua, Airlangga Paling Buncit
-
Survei Charta: Jika Pilpres Digelar Hari Ini Ganjar Ada di Posisi Pertama, Puan Kedelapan, Airlangga Paling Buncit
-
Survei Charta Politika: TNI Masih Jadi Lembaga yang Paling Dipercaya Publik, DPR Peringkat Buncit
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien