Health / konsultasi
Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
lemak perut, obesitas, perut buncit (Pixabay/jarmoluk)

Suara.com - Perut buncit memang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya peningkatan risiko kanker, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian terbaru oleh Universitas Oxford.

Dalam riset baru mereka, peneliti menemukan bahwa penambahan lemak perut sebanyak 10,16 sentimeter dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker prostat sebesar 7%.

Temuan tersebut didasarkan pada tinjauan 19 studi dengan total peserta 2,5 juta pria dan dipresentasikan di Kongres Eropa tentang Obesitas (ECO) di Maastricht, Belanda.

Peneliti memperkirakan 1.300 kematian per tahun akibat penyakit tersebut dapat dihindari apabila indeks massa tubuh (IMT) rerata berada di lima angka lebih rendah.

Baca Juga: Ada 5 Jenis Bakteri yang Memengaruhi Perkembangan Kanker Prostat Akan Jadi Agresif atau Tidak

Sebab, peneliti menemukan lemak visceral yang berada di perut dan sekitar pinggang bisa menjadi faktor risiko bentuk kanker prostat yang lebih mematikan.

Ilustrasi perut buncit. (Pixabay)

"Mengetahui lebih banyak tentang faktor-faktor yang meningkatkan risiko kanker prostat adalah kunci untuk mencegahnya," kata pemimpin studi Aurora Perez-Cornago, dilansir Mirror.

Beberapa faktor risiko kanker prostat yang tidak dapat diubah termasuk usia, riwayat keluarga, dan ras kulit hitam. Jadi, menurut Aurora, sangat penting mencari faktor risiko yang bisa diubah.

"Kami menemukan pria dengan adipositas (kelebihan timbunan lemak pada tubuh) total dan sentral berisiko tinggi mengalami kematian akibat kanker prostat daripada dengan berat badan sehat," sambungnya.

Setiap peningkatan lima angka pada IMT dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker prostat sebesar 10%.

Baca Juga: Kabar Baik! Pengobatan Kanker Prostat Louis van Gaal Berjalan Sukses

Komentar

terkini