Suara.com - Dunia medis tengah digemparkan dengan penemuan hepatitis akut. Hingga kini penyakit tersebut belum diketahui penyebabnya, tapi sudah membuat tiga pasien anak-anak di Jakarta meninggal dunia.
Kementerian Kesehatan mengatakan hepatitis akut merupakan infeksi virus yang menyerang organ hati. Adapun lima virus hepatitis selama ini yakni A, B, C, D dan E juga menyerang hati. Virus hepatitis tersebut cenderung menular melalui pencernaan dan melalui darah/penyakit menular seksual.
Kemenkes masih meneliti untuk membedakan hepatitis akut dengan hepatitis lainnya. Sebab gejala hepatitis akut ini sama seperti hepatitis yang selama ini diketahui. Berikut perbedaan jenis-jenis hepatitis yang diketahui di dunia medis.
1. Hepatitis A
Hepatitis A adalah penyakit yang menyerang hati. Virus ini ada di dalam kotoran seseorang yang telah terinfeksi dan paling sering ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang telah mengalami kontaminasi. Infeksi umumnya hanya ringan dan cepat pulih. Namun dapat juga berkembang menjadi parah dan mengancam nyawa. Virus ini biasanya menyebar pada daerah dengan sanitasi yang buruk.
2. Hepatitis B
Penyakit yang dapat menyerang hati juga ditemui di hepatitis B. Perbedaannya, Hepatitis B menular melalui paparan darah, air mani, hingga cairan tubuh lainnya. Hepatitis B juga dapat ditularkan ke bayi melalui air susu ibunya. Selain itu, transfusi darah dan berbagi suntikan narkoba dapat menjadi penyebab lain. Virus ini dapat lebih parah dibanding Hepatitis A karena dapat menyebabkan kanker hati akut.
3. Hepatitis C
Penularan Hepatitis C pada dasarnya sama dengan Hepatitis B. Lebih spesifik, Hepatitis C menular melalui paparan darah yang terinfeksi, seperti transfusi darah, injeksi, dan penggunaan narkoba suntik. Selain itu, penularan melalui kegiatan seksual juga dapat terjadi meski terbilang lebih jarang. Sejauh ini belum ada vaksin yang digunakan untuk menangkal hepatitis jenis ini.
Baca Juga: Kronologi Penyebaran Kasus Hepatitis di Berbagai Negara, Indonesia Mulai Waspada
4. Hepatitis D
Virus ini hanya dapat menular pada seseorang yang sedang mengalami infeksi Hepatitis B. Infeksi ganda yang disebabkan oleh Hepatitis D dan Hepatitis B dapat menimbulkan penyakit serius, bahkan seringkali parah. Vaksin Hepatitis B ini dapat memberikan perlindungan efektif dari infeksi tersebut.
5. Hepatitis E
Penyebaran virus hepatitis E identik dengan hepatitis A, yakni melalui konsumsi air atau makanan yang telah terkontaminasi. Varian ini paling umum terjadi di negara berkembang. Vaksin sangat diperlukan untuk mencegah penyakit ini tersebar luas.
6. Hepatitis Akut
Hepatitis jenis bari ini punya beberapa gejala khas seperti mual, muntah, diare berat, demam hingga kejang dan penurunan kesadaran. Dibandingkan dengan hepatitis tipe yang sudah ada, hepatitis misterius belum jelas asalnya dan keterkaitan dengan aspek lain seperti obat-obatan tertentu atau makanan yang dikonsumsi sebelumnya. Hepatitis akut juga berbeda dengan Hepatitis B atau C yang mudah menyebar di sanitasi yang kurang memadai.
Kontributor : Alan Aliarcham
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Penyebaran Kasus Hepatitis di Berbagai Negara, Indonesia Mulai Waspada
-
Masih Telusuri Temuan Kasus Hepatitis Akut Misterius, Dinkes DKI Minta Warga Perhatikan Kebersihan Makanan
-
Hepatitis Akut Berkaitan dengan Vaksin Covid-19? Dokter Tegaskan Hal Itu Tidak Benar!
-
Waspada Hepatitis Akut Pada Anak, Dinkes Kalbar Minta Warga Kenali Cirinya
-
Dokter Tegaskan Hepatitis Akut Berat Tak Berhubungan dengan Vaksin Covid-19
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat