Suara.com - Psikolog klinis dan forensik Shannon Curry mendiagnosis mantan istri Johnny Depp, Amber Heard, dengan ganggaun kepribadian histrionik sekaligus ambang.
Diagnosis tersebut diberikannya ketika menjadi saksi dalam persidangan atas kasus pencemaran nama baik di Fairfax, Virginia, pekan lalu.
Namun, meski gangguan kepribadian histrionik terdaftar dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Kejiwaan (DSM) yang dibuat Asosiasi Psikiatri Amerika, beberapa pakar menganggap gangguan tersebut sudah ketinggalan zaman, seksis, dan menstigmatisasi.
Dilansir Insider, gangguan kepribadian histrionik merupakan 'sepupu' dari gangguan kepribadian narsistik serta antisosial. Biasanya ditandai dengan perilaku dramatis, bersemangat, tidak menentu, atau mudah berubah.
Secara umum gangguan kepribadian histrionik menggambarkan emosi yang berlebihan dan perilaku mencari perhatian.
Pengidap yang didiagnosis setidaknya memiliki lima kriteria berikut:
- Tidak nyaman bila tidak menjadi pusat perhatian
- Perilaku menggoda atau provokatif
- Menggunakan penampilan untuk menarik perhatian
- Ucapan yang impresionis dan tidak jelas
- Emosi yang dramatis atau berlebihan
Karakter tersebut seolah sudah 'mendarah daging' sampai memengaruhi fungsi sehari-hari pengidapnya.
"Biasanya pasien berpakaian flamboyan, sangat menarik, dan terkadang menghibur. Cerita mereka biasanya sangat menarik dan diceritakan dengan nada yang sangat emosional," kata ketua Departemen Psikiatri dan Ilmu Saraf Perilaku di Saint Louis University School of Medicine, Erick Messias.
Messias mengatakan pengidap cenderung mencari pekerjaan yang memungkinkan mereka menjadi pusat perhatian, seperti akting dan mengajar.
Baca Juga: Sering Stres? Lakukan 4 Tips ini agar Kesehatan Mental Terjaga
Sekitar 2 hingga 3% populasi di dunia memiliki gangguan kepribadian histrionik dan empat kali lebih sering terjadi pada wanita.
Diagnosis ini dikritik karena berakar pada istilah histeria, yang secara historis digunakan untuk menyalahkan emosi, gejala, dan perilaku wanita sejak dari rahim.
"Sebutannya sangat anti-wanita dan antifeminis," kata psikolog klinis yang khusus menangani masalah narsistik, Ramani Durvasula.
Menurutnya, DSM akan segera menghilangkan gangguan kepribadian tersebut.
Kepribadian histrionik juga dinilai sebagai versi ringan dari narsisme, hanya saja bukan dalam hal manipulasi jahat tetapi
lebih ke hal mencari perhatian dengann cara menggoda dan emosi dramatis.
Terus melabeli wanita dengan HPD dan pria dengan psikopati dapat melanggengkan gagasan seksis bahwa perempuan (bertindak) 'gila' dan laki-laki (berperilaku) 'buruk'.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini