Suara.com - Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker, seperti gaya hidup, pola makan, riwayat keluarga dan lainnya. Selain itu, ada beberapa makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker.
Meskipun setiap orang bisa mengembangkan kanker, ada beberapa faktor dalam pola makan yang dapat meningkatkan risiko.
Menurut penelitian, dilansir dari Times of India, ini 4 makanan sehari-hari yang bisa meningkatkan risiko kanker.
1. Minyak sayur terhidrogenasi
Minyak sayur terhidrogenasi adalah jenis lemak yang digunakan untuk menjaga makanan tetap segar lebih lama. Penelitian telah menemukan bahwa minyak sayur terhidrogenasi terkait dengan peningkatan risiko terkena kanker prostat.
Hal ini disebabkan oleh lemak trans minyak sayur terhidrogenasi. Lemak trans merupakan salah satu jenis lemak terburuk. Lemak ini berkontribusi terhadap kanker, penyakit jantung dan masalah sistem kekebalan tubuh.
2. Makanan asin
Penelitian telah menunjukkan bahwa makanan tinggi garam dapat menjadi faktor mengembangnya kanker lambung. Garam dapat merusak lapisan lambung dan menyebabkan luka, yaitu area jaringan tubuh yang telah rusak.
Jika dibiarkan berkembang, reaksi ini dapat menyebabkan kanker perut. Tekanan darah tinggi juga bisa disebabkan oleh terlalu banyak garam dalam makanan.
Baca Juga: Hepatitis Akut Teror Anak Sekolah di Jakarta, PKS Tagih Keseriusan Disdik dan Dinkes
3. Gula
Gula rafinasi adalah bentuk olahan dari gula alami yang diekstraksi dari makanan seperti tebu, bit gula, dan jagung. Sifat olahan gula rafinasi dapat menyebabkan sel kanker melakukan metabolisme di dalam tubuh.
Gula rafinasi juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
4. Tepung putih olahan
Bahan lain yang mengkhawatirkan adalah tepung putih olahan yang ditemukan dalam kue kering, roti, dan bahan makanan sehari-hari lainnya. Tepung diputihkan dengan gas klorin yang merupakan bahan kimia untuk membuat tepung lebih putih.
Tepung putih olahan meningkatkan kadar insulin dan gula darah karena tingkat glikemiknya lebih tinggi. Tumor kanker lebih mudah tumbuh di dalam tubuh jika kadar gula darah seseorang lebih tinggi.
Peningkatan kadar gula darah menyebabkan resistensi insulin, yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, serta kanker lain seperti kanker ginjal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma