Suara.com - Kebijakan pelonggaran masker yang dilakukan oleh pemerintah menuai banyak respon. Salah satunya dari Pakar kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama yang mengatakan bawha kebijakan pelonggaran masker perlu disikapi pemerintah Indonesia dengan mengintensifkan pengawasan kasus Covid-19 hingga kemungkinan skenario terburuk.
"Memang kasus kita sudah melandai dan angka kepositifan serta reproduksi sudah rendah. Di banyak negara juga sudah melonggarkan pemakaian masker di luar ruangan," kata Tjandra Yoga Aditama yang juga Direktur Pascasarjana Universitas YARSI seperti dikutip dari ANTARA.
Menurut Yoga, kebijakan baru itu perlu pengawasan secara seksama, di antaranya dengan meningkatkan jumlah tes, sehingga kalau ada kenaikan kasus, kebijakan dapat dievaluasi.
Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Asia Tenggara itu juga mendorong perlunya peningkatan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Hal itu dapat mendeteksi varian baru atau subvarian Omicron, seperti BA.4 dan BA.5 yang sudah terdeteksi di Singapura.
"Kita tahu ada tiga kemungkinan skenario varian COVID-19 yang perlu diperhitungkan kalau terjadi di bulan-bulan mendatang," katanya.
Skenario yang dimaksud, di antaranya vaksinasi dosis ketiga atau penguat secara berulang untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga keadaan jauh lebih ringan dari sekarang.
Namun, ada juga kemungkinan terburuk yang memerlukan skenario mitigasi, yakni saat muncul varian baru yang lebih menular dan meningkatkan derajat keparahan pasien. "Mungkin perlu penyesuaian vaksin. Tentu kita harapkan situasi terburuk itu tidak terjadi," katanya.
Tjandra yang saat ini sedang berada di New York, Amerika Serikat dalam rangka menghadiri agenda wisuda putrinya di Columbia University itu melaporkan pengamatannya terhadap perilaku masyarakat setempat terhadap pelonggaran bermasker.
"Di tempat terbuka tidak usah lagi pakai masker, namun tetap saja ada sejumlah orang yang pakai masker. Di ruangan tertutup yang masih harus pakai masker, seperti kereta api dan bus serta ruang lain seperti restoran, tempat pertunjukan, masih ada orang yang tidak pakai masker," katanya.
Baca Juga: Moeldoko Ingatkan Masyarakat Jangan Terlalu Euforia usai Boleh Lepas Masker di Area Terbuka
Salah satu situasi yang menyita perhatian Tjandra di Amerika Serikat, banyak tempat yang memfasilitasi masyarakat setempat untuk mengakses layanan RT PCR secara gratis pada tenda-tenda yang tersedia di ruang publik.
"Seperti saat saya berfoto di Forrest Hill New York ini. Artinya, jumlah tes dapat tetap terjaga tinggi, sesuatu hal yang baik kalau kita lakukan di Indonesia," katanya.
Sementara itu, pada 16 Mei 2022 otoritas Kesehatan New York mengeluarkan kebijakan baru, karena ada higj level of Covid-19 alert berdasarkan jumlah kasus maupun angka masuk rumah sakit.
"Dikeluarkan advisory yang menyebutkan penggunaan masker di semua ruangan umum tertutup. Ini adalah salah satu bentuk penyesuaian kebijakan yang mungkin juga kita pertimbangkan di hari-hari mendatang, kalau diperlukan," kata Tjandra Yoga Aditama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- 10 Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Bank Mandiri Terdekat di Jakarta
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
Terkini
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan