Suara.com - Vitamin D termasuk nutrisi penting bagi tubuh untuk menjaga imunitas juga menguatkan tulang. Selain dari sumber makanan, vitamin D bisa juga didapat dari paparan sinar matahari maupun suplemen.
Tetapi, penyerapan vitamin D di dalam tubuh bisa terhambat akibat gangguan pada organ tertentu. Health Practitioner Klikdokter dr. Devia Irine Putri mengatakan bahwa penyerapan vitamin D tergantung dari fungsi ginjal dan hati.
"Misalnya ada masalah dari organ hati atau organ ginjal, yang punya penyakit maag, itu juga biasanya mengganggu penyerapan dari vitamin D," kata dokter Devia dalam webinar bersama Kalbe Farma, Selasa (24/5/2022).
Ia menyarankan agar pengidap maag lebih dulu makan sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D. Sedangkan dari faktor makanan tidak ada yang spesifik dapat mempengaruhi proses penyerapan vitamin D.
Menurut dokter Devia, suplemen vitamin D bisa dikonsumski kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam. Konsumsinya pun boleh saja diikuti dengan suplemen lain juga obat-obatan.
"Disesuaikan saja dengan kegiatan. Enggak ada masalah apapun, bisa dikombinasikan dengan vitamin apapun ataupun obat-obatan yang biasa dikonsumsi," ujarnya.
Meski ada banyak makanan yang mengandung sumber vitamin D, dokter Devia mengatakan bahwa seseorang bisa saja masih mengalami kekurangan vitamin D. Oleh sebab itu, apabila tidak sempat berjemur untuk mendapat sumber vitamin D, dokter Devia menyarankan untuk konsumsi suplemen tambahan.
"Terpapar sinar matahari di luar bisa mencukupi kebutuhan vitamin D. Tapi perlu dipastikan ada masalah lain gak. Misalnya, autoimun, obesitas, sedang hamil, menyusui. Kondisi itu jadi tetap butuh tambahan selain dari sinar matahari. Tapi kalau enggak ada faktor risiko apa pun, berjemur saja sudah cukup," paparnya.
Baca Juga: 6 Fakta Dwarfisme, Masalah Kesehatan yang Menghambat Pertumbuhan
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal