Suara.com - Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem yang berguna untuk melawan virus, kuman, dan zat beracun lain di dalam tubuh yang disebut dengan sistem limfatik. Ada kalanya, kelenjar getah bening juga mengalami infeksi, atau bahkan kanker. Maka dari itu penting untuk mengetahui ciri-ciri kelenjar getah bening bermasalah, sehingga bisa lekas diatasi.
Sialnya, gangguan getah bening yang biasa dialami terbagi dalam dua perbedaan ekstrim, satu akibat infeksi ringan hingga menengah, dan kedua akibat kanker getah bening. Untuk membedakan keduanya, Anda bisa menyimak ciri-ciri kelenjar getah bening bermasalah atau terganggu akibat dua penyebab tersebut.
Ciri-Ciri Kelenjar Getah Bening Terinfeksi
Ketika mengalami infeksi pada kelenjar getah bening, tanda-tanda yang akan muncul antara lain sebagai berikut.
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Munculnya benjolan di bagian tubuh tertentu (ketiak, leher, selangkangan) yang terasa lunak namun nyeri jika disentuh
- Demam
- Batuk
- Berkeringat di malam hari
- Sakit tenggorokan
- Tubuh terasa lemas
- Pilek
Infeksi ini dipicu penyakit tertentu, misalnya saja, infeksi telinga, ISPA, atau TB kelenjar. Idealnya setelah infeksi teratasi, benjolan yang muncul akan menghilang dengan sendirinya. Namun ketika benjolan tak kunjung hilang, ada baiknya Anda segera ke dokter untuk penanganan lebih serius.
Ciri-Ciri Kelenjar Getah Bening mengalami Kanker
Untuk kelenjar getah bening yang terkena kanker, maka gejala atau ciri-cirinya akan sebagai berikut.
- Benjolan di bagian tubuh tertentu, dan ketika disentuh terasa keras namun tidak nyeri
- Rasa lemas yang terus menerus
- Kulit gatal
- Demam
- Berkeringat di malam hari
- Penurunan berat badan secara signifikan tanpa alasan jelas
- Sesak napas
Kondisi kanker ini tentu lebih serius daripada infeksi yang dijelaskan pada poin pertama. Maka dari itu, ketika dialami ciri tersebut, Anda harus segera ke dokter dan mendapatkan penanganan medis profesional. Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar pula kesempatan untuk lekas pulih.
Diagnosis yang tepat oleh dokter akan memberikan kesempatan sembuh yang lebih besar. Maka dari itu, kenali ciri-ciri kelenjar getah bening bermasalah, dan lekas periksakan ke dokter ketika ciri yang muncul terasa lebih serius. Semoga bermanfaat, dan selamat beraktivitas!
Baca Juga: Pola Makan Buruk Pada Anak Tingkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi dan Kanker
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma