Suara.com - Penyebaran virus hepatitis misterius masih menjadi kajian para tenaga kesehatan dan para ahli. Namun, seiring dengan penelitian yang dilakukan demi menemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, angka pasien dengan gejala hepatitis misterius ini terus meningkat. Pemerintah Indonesia pun sudah kembali menghimbau masyarakat untuk tidak berkerumun, memperbanyak konsumsi vitamin, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Penyakit yang dapat menyerang segala usia ini juga belum diketahui secara pasti bagaimana virus ini dapat berkembang dan menyebar begitu cepat di masyarakat.
Simak 5 fakta peningkatan hepatitis misterius yang diduga bukan sembarang virus ini.
1. Menyerang banyak anak-anak
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan pada hari Jumat, (27/05/2022) bahwa setidaknya ada 650 kasus hepatitis misterius yang terjadi pada anak-anak di seluruh dunia sesuai laporan yang mereka terima. WHO juga mengungkap bahwa sedang menyelidiki kasus ini di 33 negara dan pada laporan terakhir jumlah pasien hepatitis meningkat sekitar 36 kasus dari minggu sebelumnya.
2. Kasus paling banyak di Amerika Serikat
Kasus hepatitis misterius yang terjadi pada anak-anak dilaporkan oleh WHO paling tinggi terjadi di Amerika Serikat yaitu berjumlah 200 kasus. Pada awal pelaporan kasus yang terjadi, Amerika Serikat melaporkan dua kemungkinan kasus dengan hasil yang parah, yaitu seorang anak yang meninggal dan satu anak lainnya membutuhkan transplatasi hati secepatnya. Namun, kasus-kasus tersebut belum secara langsung terkait dengan penyakit hepatitis misterius pada saat itu. Sebelumnya, Amerika Serikat juga menjadi salah satu negara dengan kasus Covid-19 tertinggi pada tahun pertama pandemi dan membuat negara adidaya ini seolah tak berdaya melawan pandemi tersebut.
3. WHO selidiki keterkaitan Covid-19 dan hepatitis misterius
Tak hanya menyelidiki tentang perkembangan virus hepatitis misterius ini, pihak WHO juga mengungkap akan menginvestigasi keterkaitan penyakit pandemi Covid-19 dengan kemunculan penyakit hepatitis misterius ini. Secara genetika, virus ini dapat menginfeksi lewat jenis Adenovirus yang berkaitan dengan Covid-19.
4. Peningkatan angka penyakit di Indonesia
Baca Juga: Terjadi Wabah Hepatitis A di Amerika Utara, Produk Stroberi Organik Diduga Jadi Penyebabnya
Beberapa negara berkembang seperti Indonesia juga ikut melaporkan adanya kemungkinan masyarakat yang terjangkit penyakit misterius ini. Kasi Pencegahan dan Penanggulangan penyakit Sudin Kesehatan Jakbar Arum Ambarsari, mengungkap bahwa pihak mereka telah menerima laporan terbaru terkait pasien yang menderita penyakit hepatitis misterius ini namun masih menunggu hasil laboratorium yang dapat menyatakan penyakit secara valid.
5. PTM akan distop lagi
Pengajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah diadakan kembali usai badai pandemi dinyatakan berakhir, baru-baru ini dikabarkan akan kembali distop seiring dengan peningkatan kasus hepatitis misterius di lingkungan sekolah di seluruh Indonesia. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, mengungkap bahwa akan ada pengkajian soal peraturan pembelajaran yang kembali daring dari pemerintah pusat demi mencegah peningkatan angka pasien hepatitis misterius, terutama pada anak-anak.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Bahaya! Kurangnya Kesadaran Vaksinasi Perparah Ancaman Hepatitis di Indonesia
-
Ini Perbedaan Penyakit Hepatitis A, B, C, D, dan E
-
KONI Gelar Vaksinasi Hepatitis A untuk Atlet
-
Kenali Bahaya Hepatitis, IDI Woha Bagikan Informasi Pengobatan yang Tepat
-
Perusahaan Farmasi Ini Bakal Sediakan Vaksin Hepatitis Dengan Harga Terjangkau
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026