Suara.com - Kasus hepatitis meningkat di antara anak-anak di seluruh dunia. Pada 25 Mei 2022, sudah lebih dari 200 kasus hepatitis terdeteksi.
Dokter Renu Bindra, penasihat medis senior dan direktur insiden di Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), mengatakan penyelidikan mereka terus menunjukkan hubungan antara hepatitis pada anak dengan adenovirus.
"Kami dengan mengeksplor hubungan antara hepatitis dan adenovirus, bersama dengan faktor lain yang mungkin berkontribusi termasuk infeksi virus corona Covid-19 sebelumnya," kata Renu dikutip dari Express.
Di sisi lain, wabah hepatitis dikaitkan dengan penyebab yang berbeda dengan adenovirus maupun virus corona Covid-19.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) yang berbasis di AS mengatakan stroberi yang terkontaminasi kemungkinan menjadi penyebab wabah hepatitis A di AS dan Kanada.
Stroberi yang berpotensi tercemar dijual dengan merek FreshKampo dan HEB. Toko-toko di AS menjual buah beri ini dari merek Aldi, HEB, Kroger, Safeway, Trader Joe's dan Walmart.
Buah beri yang berpotensi terkenda dampak sudah melewati masa simpannya. Tapi, FDA memperingatkan konsumen yang membekukan buah beri untuk dikonsumsi nantinya lebih baik tidak memakannya.
"Jika Anda tidak yakin stroberi yang dibeli, disimpan dan dibekukan telah terkontaminasi atau tidak, lebih baik buang saja dan jangan mengonsumsinya," kata FDA.
FDA telah bekerja sama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Badan Kesehatan Masyarakat Kanada dan Badan Inspeksi Makanan Kanada untuk menyelidiki kasus hepatitis lebih lanjut dan mencari tahu produk lain yang terkontaminasi juga berkontribusi terhadap wabah hepatitis tersebut atau tidak.
Baca Juga: Argentina Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama, Begini Kondisi Pasien!
Sejauh ini di AS, stroberi telah dikaitkan dengan 17 kasus hepatitis A, termasuk 12 di California, 1 di Minnesota, dan 1 di North Dakota.
FDA menyatakan 12 dari orang yang terinfeksi hepatotos membutuhkan rawat inap tetapi belum ada kematian yang dilaporkan.
Di Kanada, 4 kasus hepatitis ditemukan di Alberta dan 6 kasus ditemukan di Saskatchewan. Badan Kesehatan Masyarakat Kanada mengatakan 4 dari 10 kasus hepatitis ini memerlukan rawat inap dan tidak ada kematian yang dilaporkan.
Sejauh ini, wabah hepatitis tersebut dianggap tidak berkaitan dengan penyebarannya yang telah menginfeksi 216 orang di 37 negara bagian di AS.
Terlebih lagi, stroberi yang terkontaminasi terkait dengan wabah hepatitis A. Virus biasa yang menyebabkan hepatitis menular (hepatitis A hingga E) belum terdeteksi di Inggris.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin