Suara.com - Kisah mengenaskan dialami seorang perempuan Australia berusia 25 tahun bernama Brie Duval. Setelah terbangun dari koma yang ia alami, ia mendapati dirinya telah dicampakkan oleh sang kekasih.
Dikutip dari New York Post, perempuan itu bercerita bagaimana kisah pilu itu berawal pada 29 Agustus 2021 lalu, saat Brie pergi ke sebuah pesta bersama teman-temannya di malam hari.
Saat itu Brie sudah empat tahun menjalin hubungan dengan kekasihnya, dan tinggal bersama di dalam sebuah rumah di Kanada. Namun di malam nahas itu ia mengalami sebuah kecelakaan tragis yang hampir merenggut nyawanya.
Ia kemudian dilarikan ke sebuah rumah sakit di wilayah Alberta, Kanada, menggunakan sebuah helikopter. Kepada Mirror, Brie mengatakan ia mengalami koma selama empat minggu.
Dokter yang merawatnya bahkan mengatakan bahwa hanya ada 10 persen kemungkinan ia bisa selamat akibat kecelakaan tragis tersebut.
Secara ajaib, Brie bangun dari koma setelah menunjukkan tanda-tanda vital yang membaik. Hanya saja kabar duka lain muncul setelah ia sadar bahwa kekasihnya telah memblokirnya di media sosial dan memiliki wanita pengganti lain.
"Saya akhirnya diberikan ponsel saya dan pikirian pertama saya adalah meneleponnya dan melihat apakah dia tahu apa yang terjadi. Dia belum juga menemui saya," kata Brie Duval kepada Mirror.
"Jadi saya membuka ponsel saya dan mengirim pesan kepadanya. Tiba-tiba muncul sebuah pesan dari perempuan ini yang mengatakan bahwa 'saya sekarang sudah bersama (nama pacar Brie). Saya telah membuatnya pindah (rumah). Dia sekarang tinggal bersama saya dan putra saya. Tolong jangan hubungi dia lagi'."
"Saya belum mendengar kabar darinya sejak saya berada di rumah sakit, dia benar-benar meninggalkan saya. Saya bahkan tidak tahu mengapa ini terjadi," tambah Brie yang harus dirawat di rumah sakit selama lima bulan.
Hal yang memperburuk keadaan adalah, ia tidak dapat melihat orang tuanya karena aturan pembatasan perjalanan di tengah pandemi virus corona penyebab Covid-19.
"Ini terjadi saat adalah puncak Covid-19, jadi di Australia Anda tidak diizinkan meninggalkan atau memasuki negara itu," katanya kepada Mirror.
Selama masa pemulihan, Brie ditemani sahabatnya bernama Sam yang harus mengemudi pulang pergi selama delapan jam setiap akhir pekan untuk mengunjunginya di rumah sakit. Ibu Sam, Sandy, juga melakukan kunjungan rutin untuk menemaninya.
"Sandy biasa datang dan mengunjungi saya setiap hari saat dia tinggal di kota, dia akan memastikan saya memiliki semua yang saya butuhkan karena saya tidak memiliki ibu saya," kata Brie Duval.
Brie yang mengalami cedera otak traumatis sekarang berbagi pengalamannya di TikTok dengan nama pengguna @hotcomagirl1, dan telah ditonton ribuan kali.
"Sangat sulit secara mental, pasti ada sedikit PTSD dari semua yang telah terjadi, saya hanya mencoba memilah-milah emosi saya, melalui kecelakaan dan kemudian mengalami kekecewaan dalam suatu hubungan."
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?