Suara.com - Mengisap merupakan salah satu refleks yang ada pada manusia dan sudah terjadi sejak lama. Itu juga mengapa, orangtua tak perlu mengajari bayi baru lahir cara mengisap puting payudara atau botol susu.
Sementara itu, mengisap sesuatu yang tidak bergizi, seperti mengisap ibu jari serta mengisap empeng atau dot, merupakan perilaku normal bagi bayi dan anak kecil.
Bagi mereka, mengisap tidak hanya dilakukan sebagai sarana untuk mendapatkan makanan, tetapi juga untuk mendapat kenyamanan.
Bahkan menurut penelitian pada 2016 lalu, ngempeng dipercaya dapat menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS. Dalam jurnal Pediatrics ditulis, empeng atau dot dapat menurunkan SIDS hingga 90 persen.
Meskipun tidak diketahui secara jelas bagaimana dot memberikan perlindungan, namun sangat mungkin bila kebiasaan ngempeng membuat saluran udara anak tetap terbuka.
Hal lainnya adalah, empeng atau dot membuat sistem saraf otonom bayi (yang mengatur pernapasan dan detak jantung) berfungsi dengan baik. Nah, efek perlindungan ini tetap ada bahkan jika dot jatuh dari mulut bayi saat mereka tertidur.
Meski demikian, orangtua juga tetap harus mengawasi penggunaan dot pada anak, terutama bayi baru lahir.
Dikutip dari laman Very Well Family, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua yang memberikan dot kepada si kecil
Pertama, jangan hanya punya satu dot. Pilih dot yang terbuat dari silikon dan aman untuk anak. Jangan hanya punya satu tapi siapkan cadangan. Simpan beberapa cadangan dot untuk berjaga-jaga dari kehilangan.
Kedua, selalu jaga dot anak dengan ganti dot sesering mungkin dan gunakan ukuran yang sesuai dengan usia mereka. Perhatikan bagian yang longgar atau tanda-tanda kerusakan. Jangan pernah menempelkan dot ke tali agar leher anak tidak tersangkut.
Ketiga, jaga kebersihan dot. Pastikan dot tetap bersih, terutama untuk bayi di bawah usia enam bulan yang sistem kekebalannya belum matang. Cuci dot dengan sabun dan air atau di mesin pencuci piring.
Keempat, tahan godaan untuk memasukkan dot ke dalam mulut sendiri dengan alasan dibersihkan. Alih-alih bersih, tindakan itu malah akan menyebarkan kuman ke anak.
Terakhir, ikuti kemauan anak. Jika anak tidak tertarik dengan dot, jangan paksakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar