Suara.com - Penjelasan tentang blaming culture yang bisa bikin orangtua bayi depresi menjadi berita terpopuler kesehatan hari ini, Selasa (5/7/2022).
Ada juga penjelasan tentang hemoglobin rendah yang dialami Bob Tutupoly sebelum meninggal hingga kulit yang rusak karena tergores.
Simak rangkuman berita kesehatan menarik lainnya dari Suara.com, berikut ini:
1. Bisa Menyebabkan Depresi, Apa Itu Blaming Culture pada Orang Tua Bayi?
Jadi orang tua bayi itu sulit, lho. Kalau terjadi sesuatu pada si bayi, orang tualah yang pertama kali akan disalahkan oleh lingkungan di sekitarnya. Tindakan ini disebut sebagai blaming culture, yang sangat dilarang oleh dokter spesialis anak.
Dikatakan dr. Lucky Yogasatria, Sp.A, masyarakat sudah saatnya berhenti menyalahkan orang tua atas segala hal yang terjadi pada bayi.
2. Bob Tutupoly Alami Penurunan Hemoglobin sebelum Meninggal Dunia, Kenali Penyebabnya!
Musisi legendaris Indonesia, Bob Tutupoly, meninggal dunia hari ini, Selasa (5/7/2022). Sebelum meninggal dunia, Bob Tutupoly sempat mengalami penurunan hemoglobin atau Hb rendah hingga membutuhkan transfusi darah.
Baca Juga: 3 Hal yang Dapat Menurunkan Rasa Percaya Diri, Yuk Hentikan!
"(Sebelum meninggal) sempat mau di transfusi darah karena HB turun tapi sekitar jam 23.00 sudah tidak respons dan dinyatakan meninggal jam 00.03 itu," ungkap sahabat sekaligus pengamat musik, Stanley Tulung saat dihubungi Suara.com, Selasa (5/7/2022).
3. Berawal dari Tergores Pinggiran Tangga, Kulit Kaki Wanita Ini Malah Berakhir Mengenaskan, Kok Bisa?
Sharon Evans (39) asal Carolina Utara baru mengetahui bahwa dirinya mengidap kondisi langka setelah kulitnya tterbentur pinggiran tangga ketika kabur dari kejaran sigung pada November tahun lalu.
Ibu enam anak ini menderita pyoderma gangrenosum, sebuah kondisi langka yang menyebabkan luka besar menyakitkan (ulkus) berkembang di kulit. Paling sering kondisi ini terjadi di kaki.
Berita Terkait
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Apa Itu Major Depressive Disorder? Gangguan Metal yang Diidap Reza Arap
-
Refleksi Kehidupan di Balik TKP dalam Buku Things Left Behind
-
Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror
-
Analisis Pola Depresi dalam Film Rumah untuk Alie: Luka Akibat KDRT
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat