Suara.com - Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mendapat perhatian dari epidemiolog. Apakah bakal lebih parah dari tahun lalu?
Menjawab pertanyaan ini, epidemiolog Dicky Budiman memprediksi peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia akan melonjak drastis karena varian Omicron BA.4 dan BA.5, melebihi jumlah infeksi dibanding varian Delta dan varian Omicron sebelumnya.
Lelaki yang juga peneliti Health Security Griffith University Australia mengatakan lonjakan kasus Covid-19 ini tak terelakkan atau tidak bisa dihindari, karena hampir semua negara di dunia mengalaminya.
"Maka ini akan jauh lebih banyak kasus infeksinya dibanding dengan delta atau omicron sebelumnya, karena kemampuan dari BA.4 dan BA.5 ini menginfeksi kepada orang yang sudah memiliki imunitas itu jauh lebih tinggi, dibanding subvarian atau varian sebelumnya," ujar Dicky saat dihubungi Suara.com, Rabu (6/7/2022).
Lantaran mutasi Omicron ini menyebabkan reinfeksi atau sudah memiliki antibodi di tubuhnya, maka Dicky yakin kasus infeksi di Indonesia lebih tinggi daripada yang terdeteksi saat ini. Tapi ia melihat testing di Indonesia tidak cukup untuk menemukan semua kasus.
"Permasalahan di Indonesia adalah kapasitas testing kita yang pasif ataupun terbatas ini. Ditambah masyarakat juga tidak seperti dulu untuk melakukan testing, sehingga kasus-kasus di masyarakat menjadi lebih besar dan sangat jauh lebih besar," ungkap Panel Ahli WHO SEARO untuk Pemulihan Pandemi itu.
Sehingga menurut lelaki yang juga Penasehat Ahli Menteri Parekraf untuk Pemulihan Pandemi itu, prediksi yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bahwa akan ada 20 ribu infeksi baru dalam sehari, adalah kapasitas yang hanya mampu dideteksi pemerintah alias prediksi minimal.
"Jadi prediksi-prediksi yang disampaikan pemerintah yaitu prediksi minimal, dengan keterbatasan yang dimiliki pemerintah dalam menemukan kasus, karena negara-negara yang memiliki cakupan vaksinasi yang lebih jauh dari kita saja," imbuhnya.
Perlu diketahui pada 5 Juli 2022, infeksi baru Covid-19 melonjak hingga 2.577 kasus. Padahal akhir pekan lalu, infeksi masih di bawah 2.000 kasus.
Baca Juga: Profesor UI Nilai Pemerintah Sudah Tepat Perluas Cakupan Vaksin Booster
Berita Terkait
-
Profesor UI Nilai Pemerintah Sudah Tepat Perluas Cakupan Vaksin Booster
-
Kasus COVID-19 China Terus Turun, Tidak Ada Korban Meninggal
-
Ngeri! Kasus Covid-19 di Makau Tembus 900, Lebih dari 13.000 Orang Dikarantina
-
Update COVID-19 Jakarta 5 Juli: Positif 1.276, Sembuh 892, Meninggal 2
-
Update Covid-19 di RI: Kasus Positif Tambah 2.577, DKI Jakarta Penyumbang Terbanyak
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS