Suara.com - Menemukan darah dalam tinja saat buang air besar (BAB) tentunya membuat khawatir. Darah dalam tinja bisa disebabkan oleh beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi kesehatan. Meskipun bisa menjadi pertanda masalah serius, namun BAB berdarah juga bisa jadi petanda masalah sederhana. Lantas, apa penyebab BAB berdarah?
Banyak kemungkinan penyebab gejala munculnya darah saat BAB. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar pemeriksaan yang diperlukan dapat segera dilakukan.
Apa Penyebab BAB Berdarah?
Ada banyak kemungkinan penyebab keluarnya darah dalam tinja. Menemukan beberapa darah di tinja Anda adalah tanda bahwa ada beberapa pendarahan di saluran pencernaan. Ini bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu.
Lantas, apa penyebab BAB berdarah? Melansir dari berbagai sumber, simak berikut ini penyebab yang membuat BAB Anda berdarah. Simak baik-baik!
- Kolitis: Kondisi ini juga dikenal sebagai radang usus besar, yang terkait dengan infeksi atau penyakit radang usus.
- Penyakit divertikular: Ini adalah kondisi yang mempengaruhi divertikula, yang merupakan kantong kecil menonjol dari dinding usus besar. Divertikula dapat menyebabkan darah dalam tinja saat berdarah atau telah terinfeksi.
- Ulkus peptikum: Ulkus peptikum, sering ditandai dengan luka terbuka di lapisan lambung atau ujung atas usus kecil, yang juga dapat menyebabkan perdarahan. Penyebab umum tukak lambung adalah penggunaan obat antiinflamasi jangka panjang atau berlebihan seperti ibuprofen dan aspirin.
- Infeksi bakteri: Infeksi bakteri dapat menyebabkan berbagai kondisi peradangan di dalam saluran pencernaan. Bakteri yang paling umum terkait dengan infeksi saluran pencernaan adalah helicobacter pylori.
- Esophageal tears (air mata kerongkongan): Air mata di kerongkongan ini dapat menyebabkan kehilangan darah yang keluar melalui tinja.
- Polip: Pertumbuhan jinak abnormal di saluran pencernaan yang disebut polip dapat berdarah dan menyebabkan adanya darah dalam tinja.
- Kanker: Tumor ganas di saluran pencernaan atau usus besar juga bisa menyebabkan pendarahan. Ini lebih sulit untuk didiagnosis karena darah dalam tinja biasanya dalam jumlah yang sangat sedikit dan hampir tidak terlihat dengan mata telanjang.
Gejala BAB Berdarah
Dalam banyak kasus, darah dalam tinja terdeteksi ketika ada darah di toilet setelah buang air besar atau ada darah di jaringan yang digunakan untuk menyeka setelah buang air besar.
Darah ini biasanya tampak berwarna merah cerah, tetapi bisa juga tampak hitam dan lembek, yang merupakan tanda bahwa perdarahan terlokalisasi di bagian atas saluran pencernaan.
Namun, ada beberapa kasus di mana jumlah darah terlalu sedikit sehingga gejalanya sulit dideteksi atau didiagnosis. Untuk mengetahuinya, dibutuhkan tes okultisme tinja. Tes ini bertujuan untuk mencari darah yang tersembunyi di tinja.
Baca Juga: BAB Gak Lancar? Berikut 7 Buah Untuk Memperlancar BAB
Demikian informasi mengenai apa penyebab BAB berdarah lengkap dengan gejala utamanya. Jika Anda mengalami BAB berdarah, ada baiknya segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun