Suara.com - Membedong tubuh bayi masih jadi kebiasaan banyak orangtua di Indonesia. Teknik membalut tubuh itu biasanya dilakukan terhadap bayi baru lahir hingga berusia beberapa bulan.
Dokter spesialis anak dr. Cynthia Centauri, Sp.A., mengatakan bahwa tujuan membedong tubuh bayi sebenarnya untuk memberikan kehangatan. Oleh sebab itu, orangtua tidak perlu memililit kain terlalu kencang ke tubuh bayi.
"Sebetulnya kita hanya menginginkan efek bayi merasa nyaman dan hangat. Jadi tidak ada keharusan untuk terlalu kencang. Justru sebaliknya, yang penting nyaman, kita menyelimuti longgar saja itu enggak apa-apa," kata dokter Cynthia dalam siaran langsung Instagram RS Universitas Indonesia beberapa waktu lalu.
Baik itu membedong dengan kain konvensional yang diikat ataupjn bedong modern yangbdilengkapi dengan perekat, dokter Cynthia mengingatkan agar orangtua selalu memperhatikan letak bedong juga kekuatan lilitannya.
"Pada dasarnya ketika melilitkan selimut ke arah bayi jangan terlalu dekat dengan wajah dan jangan terlalu ringan. Karena bayi terkadang tidak sengaja seperti mengulet (gerakan tangan) lalu menutup selimut ke atas wajah, justru itu berbahaya," ujarnya.
Ia menyarankan agar jangan menggunakan kain bedong yang terlalu ringan sehingga mudah disingkap dengan tangan bayi. Selain itu, tidak perlu dililit maupun diikat terlalu kencang ke tubuh bayi.
Mengikat kain juga sebaiknya tidak terlalu kencang jika bayi dikenakan baju guri bayi. Meski sebenarnya, baju gurita sudah tidak direkomendasikan oleh dokter anak.
"Kita sudah tidak gunakan dan tidak direkomendasi lagi. Karena basic gurita, baik yang canggih maupun zaman dulu, tujuannya ingin menghangatkan bayi. Tapi gurita ini justru terlalu mengikat kencang dada dan perut bayi," ujarnya.
Dokter Cynthia menjelaskan bahwa pola nafas bayi berbeda dengan orang dewasa. Kebanyakan orang dewasa lebih sering bernapas dengan dada, sedangkan bayi bernafas dengan perut.
Baca Juga: Penampakan Bedong Bayi Buatan Bapak Bikin Syok: Kembali ke Settingan Pabrik
"Jadi kalau kita pasangkan (baju gurita) terlalu kencang, apalagi di perut, pasti akan sesak. Jadi kurang tepat kalau menggunakan gurita pada bayi. Kalau memang tujuannya supaya bayi tidak kedinginan gunakan saja kaos dalam," sarannya.
Berita Terkait
-
Hujan Tinggi Saat Anak Masuk Sekolah, IDAI Ingatkan Waspada Penularan Penyakit Ini
-
Ribuan Anak Keracunan MBG, IDAI Desak Evaluasi Total dan Beri 5 Rekomendasi Kunci
-
Kini Tak Boleh Tangani Pasien BPJS, Ketua IDAI Ungkap Alasan Tolak Dimutasi: Ada Pelanggaran Serius
-
Dedi Mulyadi Berencana Atur Siswa Jabar Masuk Jam 6 Pagi, Dokter Anak: Ganggu Perkembangan
-
50 Ribu Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan, IDAI Soroti Masih Kurangnya Fasilitas RS
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan