Suara.com - Beberapa orang sering mengalami rahang yang berbunyi saat sedang menguap atau membuka mulut. Meskipun secara umum tidak menyakitkan, rahang yang berbunyi bisa menimbulkan efek yang tidak nyaman.
Ketika rahang berbunyi, terdapat sensasi yang tidak nyaman sehingga banyak orang berpikir terjadi sesuatu pada dirinya. Hal ini juga membuat orang mengira apakah ada kelainan atau cedera pada tulang atau penyakit tersendiri.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi ketika rahang berbunyi saat membuka mulut atau menguap?
Melansir laman MedicalNewsToday, rahang yang bunyi dapat disebabkan berbagai hal. Kondisi ini dapat disebabkan masalah fungsi sendi temporomandibular (TMD).
Kondisi tersebut terjadi karena adanya masalah pada sendi menghubungnkan tulang rahang ke tengkorak. Hal ini sendiri juga terjadi karena seringnya perilaku menggertakan gigi, mengunyah permen karet berlebihan, mengigit kuku, dan lain-lain.
Adanya masalah sendiri tersebut, membuat rahang berbunyi saat membuka mulut. Kondisi ini sendiri juga disebabkan berbagai hal lainnya di antaranya sebagai berikut.
Radang sendi (arthritis)
Arthritis menyebabkan gerakan rahang menjadi sulit. Kondisi yang sulit tersebut nantinya menyebabkan suara saat rahang bergerak. Hal ini sendiri juga terjadi karena adanya nyeri sendi, rahang yang kaku, pembengkakan, rentang gerak yang terbatas.
Cedera pada rahang
Baca Juga: Lucinta Luna Susah Makan, Ternyata Begini Tahapan Makan Usai Operasi Gergaji Rahang
Cedera pada rahang juga dapat menjadi alasan munculnya suara saat membuka mulut atau menguap. Biasanya cedera ini terjadi akibat rahang yang patah atau terkilir. Selain itu, sendi rahang yang terlepas juga menjadi sebab munculnya suara.
Kondisi rahang yang cedera biasanya terjadi akibat kecelakaan atau serangan fisik dari orang lain. Untuk kondisi rahang yang berdarah, memar, dan bengkak perlu perawatan medis lebih lanjut agar tidak terjadi masalah serius.
Sindrom nyeri miofasial
Sindrom nyeri myofascial merupakan gangguan kronis yang menyebabkan nyeri pada titik pemicu tertentu dari beberapa otot. Hal ini sendiri terjadi akibat otot yang berkontraksi berkali-kali. Akibatnya, rahang dapat menjadi bunyi ketika seseorang menguap dan membuka mulut.
Apnea tidur
Rahang yang berbunyi juga bisa disebabkan apnea tidur. Kondisi apnea tidur sendiri ditandai pernapasan dangkal saat tidur. Apnea tidur sendiri memiliki berbagai gejala seperti kantuk di siang hari, sakit kepala, dan gangguan suasana hati.
Berita Terkait
-
Penyisiran Ulang Sungai di Bogor, Polisi Temukan Rahang Bawah Diduga Milik Alvaro
-
Mahasiswi Alami Rahang Patah Akibat Menggigit Permen Jawbreaker Raksasa
-
Bagaimana Hukum Menguap Saat Salat? Begini Menurut Perspektif Fikih
-
Adab Menguap dalam Islam yang Dicontohkan Nabi SAW
-
Usai Resepsi, Mahalini Ngaku Rahangnya Sakit sampai Sulit Mengunyah karena Senyum Sepanjang Acara
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan