Suara.com - Sembuh dari infeksi Covid-19 masih berpotensi sebabkan gejala sisa atau long covid selama beberapa minggu bahkan juga berbulan-bulan. Meski begitu, gejala sisa tersebut sebenarnya bisa hilang sama sekali tergantung dari derajat keparahan infeksi Covid-19 yang terjadi.
Berdasarkan hasil penelitian dari RSUP Persahabatan, Jakarta, penyintas Covid-19 di Indonesia yang alami long covid pulih dalam waktu satu hingga enam bulan. Pada beberapa pasien tertentu bahkan bisa sampai lebih dari enam bulan.
"Itu sangat tergantung dari level kerusakan jaringan yang terkena," kata Dirut RSUP Persahabatan DR. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K)., dalam konferensi pers virtual, Senin (18/7/2022).
Sebagai dokter spesialis paru, dokter Agus sering mendapati penyintas Covid-19 yang alami long covid dengan gejala di paru, yang menyebabkan sesak nafas dan batuk.
Kemudian, saat dilakukan pemeriksaan rontgen, sering ditemukan adanya fibrosis atau terbentuknya jaringan parut di organ paru. Semakin parah kondisi fibrosis, maka gejala long covid juga makin berat dan lama. Menurut dokter Agus, bisa berlangsung sampai 6 bulan lebih.
"Dan terkadang sekuel pada fibrosis ini tidak bisa hilang, tapi terpenting adalah fungsional. Kita seringkali melakukan pemeriksaan evaluasi untuk menilai fungsional dari paru," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa meskipun mungkin gangguan akibat long covid tidak kunjung sembuh, tapi biasanya dokter akan lebih fokus untuk memastikan fungsi organ terus membaik. Itu sebabnya, evaluasi secara berkala perlu dilakukan bukan hanya dengan melihat gejala yang nampak, tapi juga fungsi dari organ.
Cara penilaian itu umum dilakukan, bukan hanya gangguan long covid yang terjadi di paru.
"Biasanya kalau dia cukup lama, membutuhkan rawat jalan secara berkala untuk mengobati long covid, tergantung dari manifestasi organ mana yang terkena. Kalau di paru biasanya kita berikan obat untuk menangani inflamasi supaya tidak terjadi peradangan. Kemudian juga diberikan antioksidan, ada beberapa kasus kotikosteroid, tergantung dari beratnya kasus tersebut," paparnya.
Baca Juga: Cegah Dampak Gejala Long Covid-19, Cobalah Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini!
Dari hasil penelitian RSUP ditemukan bahwa 66,5 persen dari 385 responden penyintas Covid-19 di Indonesia alami long covid. Gejala terbanyak berupa kelelahan, batuk, nyeri otot, dan sesak napas.
Sementara itu, terkait kualitas hidup pasca terinfeksi Covid-19 ditemukan bahwa 94,3 persen responden mengaku tidak alami kesusahan dalam melakukan mobilitas.
Selain itu, 73,5 persen mengaku tidak merasakan nyeri atau tidak nyaman pasca Covid-19. Tercatat 26,2 persen yang mengaku alami nyeri saat long covid.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026