Suara.com - Diabetes tipe 2 adalah produk dari produksi insulin yang buruk. Insulin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur gula darah, yakni jenis gula utama dalam darah.
Jika Anda memiliki diabetes tipe 2, sekresi insulin terhambat dan akibatnya kadar gula darah tidak terkontrol.
Salah satu kunci mengatasi kondisi ini adalah mengonsumsi makanan yang bisa menurunkan kadar gula darah dan memoderasi dampaknya.
Dalam hal ini, teh jahe terbukti memiliki manfaat kesehatan jangka pendek dan panjang, terutama dalam mengontrol kadar gula darah.
Jahe yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu masakan ini bisa mengobati berbagai penyakit. Anda bisa mengonsumsi dalam bentuk jahe segar, kering atau bubuk sebagai teh, makanan, atau suplemen.
Rempah-rempah memiliki banyak manfaat potensial. Sebuah penelitian dalam Journal of Ethnic Foods mengatakan jahe bisa mengurangi gula darah tinggi.
Karena itu, peneliti melakukan tinjauan sistematis terhadap penggunaan jahe untuk menurunkan gula darah tinggi.
"Beberapa uji klinis baru-baru ini diterbitkan pada tahun 2013 dan 2014. Meskipun kecil, ini telah menambahkan bukti baru yang kontradiktif tetapi menarik tentang penggunaan jahe dalam mengobati diabetes pada manusia," kata para peneliti dikutip dari Express.
Mereka pun melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis dengan menggunakan jahe untuk mengobati diabetes. Lima uji klinis acak (RCT) diidentifikasi dan dimasukkan dalam meta-analisis.
Baca Juga: Ilmuwan: Perubahan Gejala Utama Covid-19 Varian Baru Tanda Mutasi Virus
RCT adalah studi prospektif yang mengukur efektivitas intervensi atau pengobatan baru. Empat dari RCT dianggap berkualitas tinggi dan berlangsung selama lebih dari berminggu-minggu.
Sedangkan 1 RCT lainnya hanya bertahan selama 30 hari dan dianggap berkualitas rendah.
Para peneliti juga memberikan perhatian khusus pada dampak glukosa darah puasa dan HbA1c dalam penelitian untuk mengukur dampak pada kadar gula darah rata-rata.
Glukosa darah puasa ini diperoleh dari mengukur kadar gula darah rata-rata setelah puasa 8 jam dan HbA1c diperoleh dari mengukur gula darah selama dua hingga tiga bulan.
Hasilnya, suplemen jahe menurunkan konsentrasi glukosa darah puasa dan kadar HbA1c dalam beberapa jam.
"Suplemen akar jahe secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah dan HbA1c," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026