Suara.com - Kasus harian Covid-19 Indonesia sempat tembus lebih dari 5.000 kasus. Situasi ini membuat sejumlah pihak khawatir. Bahkan ada yang beraggapan bahwa Indonesia perlu menarik rem darurat untuk meminimalisir penularan.
Lantas, apakah Indonesia memang sudah harus menarik rem darurat? Epidemiolog belum menyarankan pemerintah menarik rem darurat atau menghentikan dan membatasi segala aktivitas masyarakat.
Dikatakan Epidemiolog dr. Dicky Budiman, penerapan PPKM level 2 di daerah dengan risiko Covid-19 cukup membendung penyebaran virus SARS CoV 2 varian Omicron BA.4 dan BA.5 yang mendominasi.
"Karena sekali lagi yang mesti kita cermati sebetulnya pada kelompok atau daerah yang cakupan vaksinasi khususnya dosis ketiganya ini buruk. Nah, ini yang harus diwaspadai ya," ujar dr. Dicky melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (21/7/2022).
Peneliti Health Security Griffith University Australia ini mengatakan orang atau daerah yang cakupan vaksinasi Covid-19 ketiga atau vaksin boosternya masih rendah, berisiko mengalami perburukan atau gejala berat hingga harus dirawat di rumah sakit.
"Karena begini, meskipun kasus infeksinya akan banyak banget tapi untuk potensi kematian atau rasio ini lebih kecil jika mengenai atau terjadi pada kelompok yang sudah vaksinasi dosis ketiga," jelasnya.
Sehingga memperluas cakupan vaksinasi booster adalah harga mati dan tidak bisa ditawar, apalagi temuan kasus harian saat ini diprediksi belum melewati puncak kasus gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Indonesia.
"Masih ada waktu untuk mengejar hal itu, walaupun membutuhkan waktu 2 minggu lagi makanya kombinasi, PPKM ini menjadi payung untuk penguatan intervensi," tutup dr. Dicky.
Sekedar informasi, kasus Covid-19 per 20 Juli 2022 tembus 5.653 infeksi baru. Dimana kasus aktif atau orang yang masih bisa menularkan Covid-19 di Indonesia tembus lebih dari 30 ribu.
Baca Juga: 3 Siswa Positif Covid-19, SMPN 85 Jakarta Selatan Lockdown
Kabar baiknya jumlah tes Covid-19 sudah mencapai 80 ribu orang dalam sehari, angka tertinggi sejak 2 bulan terakhir. Namun positivity rate atau tingkat penularan Covid-19 di tanah air tembus 9,08 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal