Suara.com - Pemerintah Kanada melaporkan adanya peningkatan total kasus cacar monyet di Kanada, menjelang akhir bulan Juli 2022.
Dilansir ANTARA, Badan Kesehatan Masyarakat Kanada (PHAC) mengonfirmasi total 604 kasus cacar monyet di negara itu pada Rabu (20/7).
Kasus-kasus cacar monyet itu terdiri atas 320 kasus dari Quebec, 230 dari Ontario, 40 dari British Columbia, 12 dari Alberta, dan dua dari Saskatchewan.
Pemerintah federal Kanada pada Rabu (20/7) mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendanaan untuk mendukung sejumlah organisasi berbasis komunitas dalam mengatasi cacar monyet.
Menurut PHAC, sejumlah provinsi dan daerah sedang meninjau data kasus di wilayah mereka. Kasus penyakit dengan gejala yang sesuai dengan definisi cacar monyet akan dilaporkan kepada PHAC untuk disertakan dalam penyelidikan tingkat nasional.
Laboratorium Mikrobiologi Nasional Kanada sedang melakukan pengujian diagnostik terhadap virus penyebab cacar monyet.
Lebih lanjut, laboratorium itu tengah melaksanakan pengurutan genom menyeluruh (whole genome sequencing), yakni sebuah analisis sidik jari dengan level yang ditingkatkan, terhadap sejumlah sampel virus cacar monyet dari Kanada, kata PHAC.
Cacar monyet merupakan jenis penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia (zoonosis) hingga dapat menyebabkan infeksi pada manusia, dan penyakit ini biasanya ditemukan di wilayah-wilayah berhutan di Afrika Tengah dan Afrika Barat.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini disebabkan oleh virus cacar monyet yang termasuk dalam keluarga virus ortopoks (orthopoxvirus).
Baca Juga: Pasien Cacar Monyet Diminta Pakai Kondom Usai Terinfeksi, Kenapa?
Berita Terkait
-
Dokumen Ini Bongkar Nafsu Donald Trump Caplok Kanada hingga Sindir Raja Charles III
-
John Herdman Kenang Kanada, Cuma Menang 1-0 saat Melawan St Kitts and Nevis
-
Nonton Piala Dunia 2026 Bisa Bikin Kantong Jebol! Ini Rincian Biaya Fantastis yang Harus Disiapkan
-
AS, Meksiko, Kanada Rilis Jersey Anyar Piala Dunia 2026: Adu Keren Nike vs Adidas
-
Pemain Timnas Indonesia yang Malas Wajib Was-was! Steven Vitoria Bongkar Sisi Keras John Herdman
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata