- Buku karya Robert Hardman mengungkap keinginan Donald Trump untuk mencaplok wilayah Kanada ke dalam kedaulatan Amerika Serikat.
- Trump mengusulkan pergeseran perbatasan negara sejauh 50 mil ke arah utara untuk memperluas wilayah Amerika Serikat.
- Rencana aneksasi tersebut mereda karena pengaruh Raja Charles III yang masih diakui sebagai kepala negara Kanada.
Suara.com - Sebuah buku terbaru mengungkap nafsu Presiden AS, Donald Trump untuk melakukan aneksasi wilayah Kanada.
Aneksasi ialah tindakan sepihak suatu negara yang mengambil atau mencaplok wilayah negara lain secara paksa untuk disatukan ke dalam wilayah kedaulatannya.
Namun, rencana itu disebut mereda karena sosok Raja Charsles III yang masih disegani oleh Presiden Trump.
Buku karya jurnalis Inggris Robert Hardman berjudul Elizabeth II: In Private. In Public. The Inside Story, membongkar keinginan Trump untuk menjadikan Kanada sebagai bagian dari negara Amerika Serikat.
“Trump ingin wilayah yang dekat dengan perbatasan menjadi bagian dari AS,” tulis Hardman berdasarkan percakapannya dengan Trump seperti dikutip dari NY Post.
Hardman mengaku sempat memperingatkan bahwa langkah tersebut bisa merusak hubungan internasional.
“Saya bilang itu bisa menghancurkan NATO dan membuat Raja Kanada tidak senang,” ujarnya.
Respons Trump disebut mengejutkan. Ia bertanya apakah Kanada masih mengakui Raja Charles sebagai kepala negara.
“Apakah mereka masih mengakui Raja? Atau sudah berhenti?” kata Trump seperti dikutip dalam buku tersebut.
Baca Juga: PBB Peringatkan Donald Trump yang Ancam Bom Fasilitas Sipil Iran
Setelah mendapat penjelasan bahwa Raja Charles tetap menjadi kepala negara Kanada, Trump melontarkan kritik tajam.
“Kanada punya politisi yang buruk,” katanya.
Trump bahkan menyindir soal batas negara AS dengan Kanada yang menurutnya harus lebih luas.
“Seseorang menggambar garis lurus itu. Seharusnya ditarik 50 mil lebih ke utara,” ujarnya.
Meski begitu, Trump akhirnya mengakui rencana unutk mencaplok Kanada sulit diwujudkan karena pengaruh kerajaan Inggris.
Hardman menilai pengakuan itu sebagai tanda bahwa selama Kanada masih berada di bawah monarki, Trump tidak akan mengambil langkah agresif.
Berita Terkait
-
PBB Peringatkan Donald Trump yang Ancam Bom Fasilitas Sipil Iran
-
Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam
-
Eks Tangan Kanan Trump: Militer AS Berusaha Bunuh Pilot yang Terjebak di Iran!
-
Waktu Habis! Siap-siap Donald Trump Bombardir Ratakan Iran
-
Donald Trump Perintahkan Pesawat F-15E Diledakkan Hingga Berkeping-keping, Kenapa?
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Donald Trump Ancam Penjarakan Wartawan Buntut Bocornya Data Rahasia Pilot Militer AS Jatuh di Iran
-
PBB Peringatkan Donald Trump yang Ancam Bom Fasilitas Sipil Iran
-
Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam
-
Investor Strategis SUN, BPJS Ketenagakerjaan: Komitmen Jaga Dana Pekerja dan Perluas Perlindungan
-
Viral! Wanita Israel Terhempas Ledakan Rudal, Ajaib Masih Bisa Bangkit dan Berjalan
-
Eks Tangan Kanan Trump: Militer AS Berusaha Bunuh Pilot yang Terjebak di Iran!
-
Waktu Habis! Siap-siap Donald Trump Bombardir Ratakan Iran
-
Kemensos Dukung Hamengku Buwono II Jadi Pahlawan Nasional, Ini Tahapannya
-
Penampakan Puing Pesawat C-130 AS yang Ditembak Jatuh Polisi Iran, Pilotnya Perempuan
-
Donald Trump Perintahkan Pesawat F-15E Diledakkan Hingga Berkeping-keping, Kenapa?