Suara.com - Para pejabat di Durgapur, Bengal Barat, India khawatir dengan lonjakan permintaan kondom. Pasalnya, banyak orang-orang muda yang kecanduan dengan kondom rasa untuk mendapatkan sensasi mabuk.
Seorang pemilik toko lokal mengaku bahwa biasanya mereka menjual 3-4 bungkus kondom setiap harinya. Tapi sekarang, hampir semua kondom habis terjual setiap harinya.
Seorang penjaga toko itu pun bertanya pada seorang pria muda mengenai alasannya membeli begitu banyak kondom. Pria itu mengaku menggunakan kondom tersebut untuk mabuk.
Rupanya, merendam kondom rasa dalam air panas bisa melepaskan senyawa aromatik yang akan menyebabkan mabuk ketika dikonsumsi.
Nah, orang-orang usia muda di Durgapur India ini sedang mengikuti tren minum air rendaman kondom rasa agar membuatnya mabuk selama sekitar 10-12 jam.
"Kondom mengandung senyawa aromatik yang bisa terurai menjadi alkohol. Karena, senyawa ini adiktif dan biasanya ditemukan dalam lem dendrit. Jadi, banyak orang yang juga menggunakan lem dendrit untuk mabuk," kata Dheeman Mandal, yang bekerja di Rumah Sakit Divisi Durgapur dikutip dari Daily Star.
Guru Kimia Sekolah Model Durgapur RE College Nurul Haque menjelaskan merendam kondom dalam air panas jangka panjang bisa menyebabkan keracunan, karena pemecahan molekul organik besar menjadi senyawa alkohol.
Tapi, kondom bukan satu-atunya barang rumahan yang biasa digunakan orang di India untuk mabuk. Menurut OpIndia, barang-barang lain, seperti lem, cat, cat kuku, obat batuk sirup, pembersih tangan hingga balsem juga biasa digunakan untuk mabuk.
Baca Juga: WHO Putuskan Cacar Monyet Darurat Global, Pemerintah Indonesia Diminta Segera Merespons
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?