Selama masa-masa sulit, perceraian, dan dalam hubungan yang beracun, perasaan keluarga hilang, dan sangat sering anak-anak mungkin merasa bersalah atas pertengkaran. Anak-anak mungkin mencoba untuk menyatukan orangtua mereka dengan cara mereka sendiri atau bahkan bereaksi tidak terduga: berteriak, menangis, atau menolak melakukan sesuatu.
Apa yang harus dilakukan: Anda perlu memberi tahu bahwa bukan salah mereka jika orangtua mereka bertengkar, bermasalah, atau akan bercerai. Ini akan membebaskan anak-anak Anda dari beban berat dan tidak akan meninggalkan bekas pada mereka secara psikologis.
4. Mereka Menyalahkan Diri Sendiri
Ketika orangtua merasa bersalah sepanjang waktu, suasana hati seperti ini dapat menular pada anak mereka. Dalam beberapa kasus, orangtua membeli banyak mainan dan permen untuk menyenangkan anak, dalam kasus lain, mereka tidak memperhatikan apa pun kecuali rasa sakit mereka sendiri.
Apa yang harus dilakukan: Biarkan saja dan berhenti merasa menyesal tentang berbagai hal. Setiap kali Anda mulai merasa bersalah, alihkan saja ke aktivitas lain. Bahkan Anda bisa menghabiskan waktu bersama anak. Berhenti memanjakan anak dengan mainan, karena hadiah terbaik adalah perhatian Anda.
5. Mereka Percaya Perasaan Mereka Tidak Penting
Perasaan negatif juga merupakan perasaan penting dan orang tua tidak boleh mengabaikannya, menurut psikolog. Misalnya, anak Anda bisa bertindak agresif atau tiba-tiba menjadi terlalu sensitif. Perhatikan, mungkin itu terjadi saat Anda mulai bertengkar dengan pasangan.
Apa yang harus dilakukan: Orang tua dapat mendorong anak untuk mengekspresikan perasaan mereka melalui cerita, gambar, dan permainan. Misalnya, Anda dapat meminta mereka menggambar keluarga Anda. Lihat detail kecil dalam gambar ini untuk memahami jika ada sesuatu yang mengganggu anak Anda.
6. Mereka Merasa Depresi
Baca Juga: Berang, Jonathan Frizzy Ancam Laporkan Netizen ke Polisi: Siap-siap Dipanggil Ya
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa depresi pada ibu secara signifikan terkait dengan kurangnya kehangatan dalam mengasuh anak dan dapat menyebabkan masalah psikologis bagi anak mereka di masa depan.
Apa yang harus dilakukan: Orangtua yang bahagia akan memiliki anak yang bahagia. Mulailah melakukan hobi dengan anak Anda yang ingin Anda mulai sejak lama. Anak-anak harus melihat orang tua mereka tersenyum, tidak menangis dan bertengkar sepanjang waktu.
Jika Anda bisa, bicarakan dengan pasangan Anda tentang menetapkan beberapa aturan yang dapat membantu melindungi anak Anda dari konflik. Anak seharusnya tidak melihat Anda memecahkan masalah yang sama sepanjang waktu dan tidak dapat menemukan solusi.
7. Mereka Didorong Untuk Memihak
Seorang anak tidak dapat menangani hubungan beracun antara orang tua, sehingga mereka sering memihak salah satu orang tua. Tapi ini tidak wajar dan akan meninggalkan bekas luka pada psikologi anak itu. Jadi, penting bagi mereka untuk mendapatkan cinta yang cukup dari kedua orang tuanya.
Mendorong mereka untuk memihak dapat mencakup: menunjukkan kejengkelan saat anak Anda bersama orangtua lainnya, melebih-lebihkan kesalahan orangtua lainnya, melibatkan anggota keluarga atau teman lain untuk mendorong anak memihak.
Berita Terkait
-
Bantah Rebut Suami Dina Olivia, Dhena Devanka Ancam Polisikan Buzzer dan Sindir Ijonk
-
Jonathan Frizzy Isyaratkan Lamar Ririn Dwi Ariyanti Usai Bebas Penjara
-
Jonathan Frizzy Resmi Keluar Penjara Hari Ini Lewat Cuti Bersyarat
-
Respons Ririn Dwi Ariyanti usai Jonathan Frizzy Beri Kode Gelar Pernikahan
-
Ririn Dwi Ariyanti Senyam-senyum Ditanya Rencana Nikah Usai Jonathan Frizzy Bebas Penjara
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru