Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan akhir 2023 data seluruh rumah sakit di Indonesia sudah terhubung dengan platform Indonesia Health Services (IHS) milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diberi nama SatuSehat.
Platform ini nantinya bisa menyatukan seluruh aplikasi kesehatan di Indonesia baik aplikasi data rumah sakit, aplikasi yang dibuat organisasi profesi IDAI yakni Primaku, aplikasi kesehatan masyarakat PeduliLindungi, hingga aplikasi smartwatch pendeteksi data kesehatan pribadi.
"Kita memberikan target sampai akhir 2023 semuanya sudah masuk, baik rumah sakit, Puskesmas juga laboratorium dan apotek," kata Menkes Budi saat peluncuran SatuSehat di Hotel Raffles, Selasa (26/7/2022).
Tujuan dari platform ini nantinya, pihak rumah sakit tidak perlu lagi berulang-ulang mengisi formulir baru saat ada pasien berpindah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) ke klinik, rumah sakit atau Puskesmas berbeda.
Ini karena menurut Menkes Budi banyak tenaga kesehatan (nakes) yang waktunya terbuang untuk mengisi data pasien baru yang berpindah fasyankes, alhasil waktu tidak efektif untuk memberikan layanan kesehatan.
Apalagi nantinya pasien bisa lebih mudah mendapatkan informasi, seperti riwayat diagnosis, tes kesehatan, USG, dan sebagainya. Ditambah tidak perlu lagi bingung dengan istilah penyakit, obat atau pengobatan karena ada standar yang digunakan.
"Hal ini sejalan dengan rencana Kemenkes RI dalam mentransformasikan PeduliLindungi menjadi aplikasi kesehatan masyarakat. Jadi manfaatnya akan semakin berkembang dari yang semula untuk penanganan pandemi bertransformasi menjadi lebih luas lagi,” jelas Menkes Budi.
Adapun platform SatuSehat ini sudah diuji di 41 rumah sakit milik pemerintah, yang sudah memiliki berbagai variasi data dengan teknologi yang bagus. Sedangkan bagi rumah sakit dengan teknologi informasi kurang baik, Kemenkes akan berikan alternatif agar terhubung dengan mudah
"Jadi mungkin nanti kita akan cari RS yang tidak memiliki sistem informasi yang baik, kita kasih alternatif yang lebih sederhana," jelas Menkes Budi.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Tegaskan Cacar Monyet Belum Masuk Kriteria Pandemi
Selain itu, nantinya tidak hanya rumah sakit milik pemerintah, semua rumah sakit swasta juga harus tergabung dan terhubung dengan SatuSehat ini.
"Kita maunya semuanya (RS swasta dan RS pemerintah), akhir 2023 kalau bisa semuanya sudah terkoneksi ya," tutup Menkea Budi.
Adapun menurut Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI, Setiaji saat ini sudah ada 16 fasyankes yang terhubung dengan SatuSehat, 14 di antaranya peserta alpha testing yaitu 10 RSUD DKI Jakarta, dan 4 RS di bawah naungan Kemenkes RI
“Harapannya hingga akhir tahun 2022 ini, terdapat 8.000 fasyankes yang terintegrasi dengan SatuSehat dan target seluruh fasyankes terintegrasi di tahun 2023 mendatang,” tutup Setiaji.
Berita Terkait
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem