Suara.com - Tidur merupakan aktivitas yang dibutuhkan manusia untuk beristirahat. Pada umumnya, manusia akan tidur selama sekitar 8 jam untuk mengistirahatkan fungsi organ tubuh untuk menghindari penyakit. Namun ternyata ada penyakit yang menyebabkan kematian saat tidur.
Penyakit yang menyebabkan kematiaan saat tidur tentu cukup menakutkan. Terlebih jika penderita tidak merasakan apapun dan terlihat sehat. Menyadur dari berbagai sumber, berikut ini macam-macam penyakit penyebab kematian saat tidur.
1. Gangguan Pernafasan
Penyakit pernafasan tentu erat kaitannya dengan penyakit apru-paru. Ketika penderita penyakit paru-paru sedang berada dalam kondisi kritis, kematian saat tidur dapat terjadi. Penyakit paru-paru yang menyebabkan gagal nafas yakni: Cystic fibrosis, kanker paru-paru, empisema, radang paru-paru, emboli paru-paru, asma, fibrosis paru, dll.
Terdapat beberapa gangguan tidur yang dapat menjadi penyakit penyebab kematian saat tidur. Gangguan tersebut yakni Sleep Apnea yaitu kondisi ketika nafas seseorang berhenti dalam waktu yang lama saat tidur dan terjadi secara berulang. Sleep apnea dapat memperburuk kondisi atau penyakit lain yang diderita seperti serangan jantung, stroke, gagal jantung, aritmia.
Selain sleep apnea, ada pula parasomnia. Parasomnia adalah sekumpulan gejala yang terjadi saat akan tidur, sudah tidur, atau terbangun dari tidur. Gangguan ini dapat berupa gerakan, emosi, persepsi, mimpi, perilaku yang tidak sadar. Penyakitnya sering disebut tidur berjalan. Penderita tidak tahu dan bahkan bisa mencelakakan diri saat tidur.
Selain itu, ada pun Insomnia. Insomnia adalah kondisi ketika seseorang kesulitan tidur. Jika tidak ditangani dengan benar, dapat menyebabkan kematian tidur.
Baca Juga: Minum Teh Hijau Bisa Turunkan Kadar Gula Darah dalam Sebulan, Coba Sekarang!
Penyakit Jantung merupakan salah satu macam penyakit penyebab kematian saat tidur. Hal ini karena terjadi dengan tiba-tiba dan tak terduga. Tidak hanya saat tidur, penyakit Jantung juga dapat terjadi pada siang maupun malam hari.
4. Diabetes
Diabetes tipe 1 memiliki risiko kematian sangat tinggi bahkan kurang bisa dijelaskan. Kondisi ini menymbang 6% dari semua kematian manusia usia muda.
5. Epilepsi
Penderita epilepsi yang tidak terkontrol ini berisiko kematian saat tidur karena tubuhnya tidak terkendali. Menurut Epilepsy Foundation, setiap tahun ada lebih dari 1 dari 1000 orang yang meninggal akibat kematian mendadak saat kejang sedang kambuh.
Demikian penjelasan terkait macam-macam penyakit penyebab kematian saat tidur. Selanjutnya diketahui bahwa penyakit tersebut terkadang tidak diketahui kondisinya dan tiba-tiba penderita meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Minum Teh Hijau Bisa Turunkan Kadar Gula Darah dalam Sebulan, Coba Sekarang!
-
Cukup Olahraga 10 Jam per Minggu, Bisa Turunkan Risiko Kematian
-
Tidak Cuma untuk Pencernaan, Pisang juga Bisa Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Sedih, 14 Ribu Bayi Kelainan Jantung Bawaan di Indonesia Meninggal Setiap Tahun
-
5 Manfaat Penting Mengonsumsi Kangkung Bagi Kesehatan, Bisa Cegah Diabetes
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien