Suara.com - Wabah penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak kembali sebabkan kematian. Spanyol melaporkan dua kematian pertama akibat hepatitis akut atau peradangan hati, sebuah penyakit yang belum diketahui penyebabnya.
Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan, kasus hepatitis akut hingga saat ini sebanyak 46 orang, tiga di antaranya membutuhkan transplantasi hati.
Dari tiga pasien transplantasi itu, dua anak meninggal dunia yakni, bayi berusia 15 bulan dan seorang anak berusia 6 tahun.
Spanyol termasuk salah satu dari 21 negara di Eropa yang melaporkan kasus hepatitis akut hingga 28 Juli. Total kasus di di wilayah Eropa telah mencapai 507 kasus, dengan 273 di antaranya berada di Inggris.
Para pejabat kesehatan masih bingung dengan penyebab infeksi radang hati tersebut.
Hasil studi yang tersedia baru menunjukkan adanya gangguan di perut yang tidak diketahui menyebabkan serta menimbulkan masalah di organ hati pada anak- anak yang sehat.
Spanyol mengatakan mulai memantau situasi dengan cermat menyusul peringatan ke Organisasi Kesehatan Dunia WHO terkait lonjakan kasus penyakit tersebut.
Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan bahwa sejauh ini belum melihat peningkatan jumlah kasus hepatitis akut tersebut dibandingkan dengan perkiraan yang dibuat dengan data dari tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu di Indonesia, kasus hepatitis akut misterius juga telah menyebar hingga ke lebih dari 20 provinsi. Data Kementerian Kesehatan RI per Juni lalu tercatat ada 70 kasus hepatitis akut misterius di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Cerita Aktor India Amitabh Bachchan saat Terinfeksi Hepatitis B, Menderita Lihat Keluarga Sedih
Dari 70 kasus kumulatif, sebanyak 40 pasien yang discarded atau dikeluarkan dari dugaan kasus tersebut.
Selain itu, 16 dinyatakan probable atau dugaan terinfeksi hepatitis akut dan 14 kasus lainnya pending classification atau masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Hingga saat ini belum ada kasus hepatitis akut misterius di dunia yang disebut dengan konfirmasi positif oleh WHO karena sedang dalam penelitian.
Infeksi hepatitis akut misterius itu menimbulkan gejala seperti, mual muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemah, lesu, nyeri bagian perut, nyeri pada otot, dan sendi. Juga kuning di mata termasuk kulit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa