Suara.com - Pelayanan kesehatan yang baik menjadi kunci peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Sayangnya, hingga saat ini rasio dokter dan penduduk yang belum ideal menjadi tantangan yang dihadapi oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia, termasuk Pemda Kota Semarang.
Menurut WHO, rasio dokter dan penduduk yang ideal adalah 1:1.000. Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Tengah 2021, jumlah dokter (termasuk dokter spesialis) di Kota Semarang sebanyak 791 sementara jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang 2021 sebanyak 1.687.222 orang. Berarti rasionya sekitar 1:2.133.
Telemedicine hadir sebagai salah satu solusi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik. Dengan telemedicine, tantangan berupa faktor geografis, biaya, dan waktu bisa diatasi dengan baik.
Inilah yang menjadi alasan Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan PT Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) telah membuat kesepakatan tentang peningkatan literasi dan akses layanan kesehatan digital bagi masyarakat Kota Semarang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Dengan layanan telekonsultasi yang diberikan oleh Good Doctor, masyarakat Kota Semarang tidak perlu mengantre lama untuk memperoleh layanan kesehatan. Selain itu layanan daring ini dapat diperoleh kapan pun dan di mana pun sehingga sangat nyaman untuk masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiasi yang dilakukan Good Doctor untuk membantu program kerja Pemerintah Kota Semarang dalam bidang kesehatan. Dengan pengalaman Good Doctor dalam memberikan layanan telemedicine termasuk edukasi kesehatan kepada masyarakat, kami yakin kerja sama ini dapat meningkatkan literasi kesehatan sekaligus kualitas kesehatan masyarakat Kota Semarang,” tutur Walikota Semarang Hendrar Prihadi, dalam keterangan yang diterima Suara.com.
Dalam acara yang sama, Danu Wicaksana, Managing Director PT Good Doctor Technology Indonesia mengaku bangga dapat mendukung Pemerintah Kota Semarang dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga seluruh masyarakat kota ini dapat hidup sehat.
"Kami sangat menghargai kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Semarang dengan memastikan keamanan layanan yang kami berikan, termasuk keamanan data pengguna. Hal ini sesuai dengan sertifikasi ISO 27001 yang diakui secara internasional yang baru saja kami peroleh," tuturnya.
Baca Juga: RSCM Luncurkan Layanan Telemedicine Berbasis Video Call, Bisa Konsultasi dengan Wakil Menkes Juga!
Sebelum penandatangan kesepakatan bersama ini, Good Doctor telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang dalam program vaksinasi Gotong Royong pada Oktober tahun lalu.
Sejak Pemerintah Kota Semarang mencanangkan Kota Semarang sebagai Kota Sehat pada 2014, penghargaan di bidang kesehatan pada tingkat nasional telah diraih kota ini. Penghargaan Swasti Saba untuk Kabupaten Kota Sehat yang diadakan dua tahun sekali oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri berturut-turut diterima oleh Kota Semarang pada 2015, 2017, 2019, dan 2021.
Berita Terkait
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah
-
Pasien RI Masih Berobat ke Luar Negeri, Pakar Dorong Integrasi Layanan Kesehatan ASEAN
-
Hipertensi Dominasi Keluhan Pemudik di Stasiun Gambir, Kemenkes Siagakan Layanan Kesehatan Gratis
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia