Suara.com - Kecanduan media sosial atau game online bisa membuat seseorang secara sukarela mengorbankan waktu tidurnya. Akibatnya, mereka jadi kurang tidur dan mudah lalh keesokan harinya.
Kebiasaan kurang tidur akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan, dan bahkan bisa memicu berbagai penyakit di usia muda, lho. Seperti yang dibahas oleh dokter sekaligus kreator konten dr. Ema Surya Pertiwi, dalam kanal YouTube-nya, emasuperr.
Inilah beberapa dampak kurang tidur bagi kesehatan menurut dr. Ema.
1. Pertumbuhan tinggi badan terganggu
Rupanya, kebiasaan begadang juga berpengaruh pada tinggi badan seseorang. Hal ini karena kebiasaan begadang akan mengganggu hormon pertumbuhan. Kurang tidur akan menurunkan produksi hormon pertumbuhan sehingga menyebabkan pertumbuhan tinggi menjadi lambat.
2. Menjadi mudah lupa
Begadang dapat memengaruhi sistem memori seseorang. Kebiasaan satu ini akan membuat seseorang sulit untuk fokus. Pasalnya, saat tidur terdapat sel-sel neuron yang membantu mengingat informasi. Namun, ketika kurang tidur, hal tersebut justru membuat memori yang telah diperoleh menjadi hilang sehingga kita jadi mudah lupa.
3. Mengganggu suasana hati
Kurang tidur akan membuat suasana hati menjadi buruk. Hal ini karena kurang tidur akan memengaruhi hormon bahagia pada seseorang, sehingga membuat seseorang mudah marah dan sensitif.
Tidak hanya itu, kebiasaan begadang yang menyebabkan kurang tidur ini juga bisa menyebabkan seseorang mengalami halusinasi. Bahkan, kondisi kurang tidur juga meningkatkan risiko kecemasan, gangguan mania, hingga bipolar.
4. Microsleep (tidur tanpa sadar)
Kondisi ini menyebabkan seseorang tertidur tanpa disadari. Biasanya kondisi ini terjadi karena kurangnya tidur. Selain itu, kondisi ini juga berbahaya ketika sedang melakukan aktivitas karena bisa mengalami hilang kesadaran dan ingatan sementara.
5. Mudah sakit
Kebiasaan begadang akan meningkatkan risiko seseorang mudah terserang berbagai penyakit. Tidur akan membuat tubuh menghasilkan sistem kekebalan yang berguna untuk menangkal berbagai penyakit. Namun, ketika tidur tersebut berkurang, akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap berbagai penyakit seperti jantung, kolesterol, diabetes, dan lain-lain.
Baca Juga: Dikenal Bisa Melelahkan, Ini 4 Alasan yang Membuat Orang Rela Begadang
6. Obesitas
Tidur akan memengaruhi produksi dua hormon yaitu leptin dan ghrelin. Dua hormon tersebut berguna untuk mengendalikan rasa lapar dan kenyang dalam tubuh. Ketika kurang tidur, hormon menjadi tidak seimbang termasuk membuat kita kelebihan hormon ghrelin, sehingga membuat kita mudah lapar. Kurang tidur juga memengaruhi insulin dalam tubuh yang berguna mengontrol kadar gula. Hal ini juga yang mendorong seseorang berisiko mengalami obesitas.
7. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Tidur yang cukup akan membantu menstabilkan tekanan darah dan inflamasi pembuluh darah. Hal ini dapat berguna untuk menstabilkan gula darah dalam tubuh. Kurangnya tidur, akan meningkatkan risiko munculnya penyakit kardiovaskular.
8. Gairah bercinta menurun
Kurangnya tidur akan memengaruhi hormon testoteron sehingga gairah seksual menjadi menurun pada laki-laki. Oleh karena itu, penting menjaga waktu tidur yang cukup sehingga tidak mengganggu gairah bercinta.
9. Mudah lelah
Tidur akan mengisi tenaga serta membangun otot-otot menjadi siap kembali. Namun, ketika seseorang kurang tidur akan membuatnya menjadi lemah dan mudah lelah. Hal ini juga membuat orang tersebut menjadi tidak bertenaga.
Dr. Ema juga mengungkap waktu tidur yang optimal berdasarkan usianya.
Untuk bayi, waktu tidur optimal yaitu 14-17 jam per harinya. Bagi anak-anak yaitu 10-13 jam. Sementara itu, untuk orang dewasa 18-64 tahun, waktu tidur sekitar 7-9 jam per harinya. Sedangkan lansia, perlu waktu tidur 5-6 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem