Suara.com - Mike Tyson mengaku telah mengonsumsi magic mushroom dalam pertarungan eksibisi comeback-nya melawan Roy Jones Jr pada November 2020 lalu.
Mike Tyson mengaku tidak akan bisa melawan Roy Jones jika tidak mengonsumsi magic mushroom. Karena itulah, ia tidak merasakan sakit ketika terkena pukulan selama 8 ronde.
Magic mushroom adalah jamur liar yang mengandung psilocybin, senyawa psikoaktif dan halusinogen alami.
Dilansir dari Very Well Health, konsumsi magic mushroom bisa menyebabkan efek samping mual,menguap, merasa santai atau mengantuk, pengalaman introspeksi, gugup, paranoia, panik, halusinasi dan psikosis.
Meskipun konsumsi magic mushroom memiliki sejumlah efek samping, magic mushroom juga bisa memberikan beberapa manfaat.
1. Penggunaan medis
Pada tahun 2018, para peneliti dari Universitas Johns Hopkins merekomendasikan klasifikasi ulang psilocybin dari kelas I ke kelas IV untuk penggunaan medis.
Para peneliti di Johns Hopkins menemukan bahwa psilocybin adalah pengobatan yang efektif untuk depresi dan kecanduan nikotin, alkohol, serta gangguan penggunaan zat lainnya.
Pusat Penelitian Psikedelik dan Kesadaran di Johns Hopkins juga meneliti bagaimana psikedelik memengaruhi berbagai kondisi seperti, penyakit Alzheimer, anoreksia nervoza, kecanduan opioid, gangguan stres pascatrauma dan sindrom penyakit Lyme pasca perawatan
Baca Juga: Dokter Boyke Blak-blakan Soal Efektivitas Kondom Cegah Penularan Cacar Monyet
2. Microdosing
Dosis kecil psilocybin mampu meredakan sakit kepala cluster sambil menghindari efek psikoaktif obat tersebut.. Jenis praktik ini sering disebut sebagai microdosing atau mengonsumsi obat dalam jumlah yang sangat sedikit untuk menguji manfaatnya sambil meminimalkan efek samping yang tidak diinginkan.
Tapi, para peneliti menyarankan untuk tidak mengonsumsi psilocybin sendiri tanpa pengawasan dokter. Karena, Anda mungkin akan lebih sulit mengelola kecemasan saat berada di bawah pengaruh.
Selain itu, orang dengan kondisi kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya lebih mungkin mengalami efek samping dari psilocybin.
3. Psikoterapi berbantuan psikedelik
Psilocybin adalah salah satu yang dianggap sebagai terapi psikedelik untuk kecanduan dan kecemasan yang terkait dengan penyakit terminal.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru